Beranda Ekbis Bisnis Antara Bacan Doko, Giok Aceh, Bungur Tanjungbintang, dan Anggur Api Way Kanan

Antara Bacan Doko, Giok Aceh, Bungur Tanjungbintang, dan Anggur Api Way Kanan

BERBAGI
Batu Bacan dari Halmahera

TERASLAMPUNG.COM–Demam batu akik melanda semua daerah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Bisnis batu akik kian subur di semua daerah. Baik daerah penghasil batu akik maupun daerah yang sebenarnya tidak memiliki sumber bahan batu akik.

Lampung setidaknya memiliki dua daerah ‘lumbung’ batu akik, yaitu Tanjungbintang (Kabupaten Lampung Selatan) dan Way Kanan. Andalan Tanjungbintang adalah batu akik jenis bungur, sedangkan andalan Way Kanan adalah anggur api atau fire chalcedony.

Di banding Tanjungbintang yang hanya mengandalkan batu bungur, konon Way Kanan lebih kaya stok bahan. Selain anggur api, diyakini Way Kanan juga kaya bahan batu akik jenis solar. Bahkan, kabarnya banyak pula jenis lumut, kembang, dan giok. Sayangnya (atau untungnya?), bahan batu akik jenis solar dan  lumut di Way Kanan belum tereksplorasi. Setidaknya,masih jarang pencinta batu akik di Lampung dan Indonesia mengenal dan mengoleksi batu akik jenis lumut dan giok Way Kanan.

Batu Giok (Aceh)

Di lokasi pameran batu akik yang digelar di Mal Boemi Kedaton, Bandarlampung (hingga 15 Februari 2015) pun jarang tampak ada pemilik stand pameran yang menyediakan batu giok dan lumut Way Kanan.

“Sialnya”, anggur api yang menjadi andalan Way Kanan — bahkan menjadi tagline promosi pameran — pun seolah tenggelam oleh ‘keperkasaan’ batu bacan (Ternate), solar Baturaja (Sumsel), dan giok Aceh.

Mungkin saja, tenggelamnya anggur api di pameran tersebut pantas disyukuri. Kalau nama anggur api Way Kanan muncul dengan keperkasaaannya dan harga tinggi, niscaya orang akan beramai-ramai berburu bahan anggur api ke Way Kanan sehingga bahan cepat habis.

Batu Bungur Tanjung Bintang
Batu Bungur Tanjun Bintang (Lampung)

Tentu kita tidak ingin batu anggur api Way Kanan akan bernasib seperti bungur Tanjung Bintang yang dieksplorasi dan diesksploitas oleh para pemodal superjumbo dengan dana miliaran rupiah. Kita tidak ingin orang mencari bahan anggur api Way Kanan seperti pemodal besar menghancurkan bebatuan untuk mencari bahan batu bungur dengan eskavator di Tanjung Bintang.

“Kalau batu akik anggur api Way Kanan tidak ‘muncul dengan perkasa; di pameran di Mal Boemi Kedaton, kenapa tagline gagah  “JANGAN BILANG DARI LAMPUNG KALAU BELUM PUNYA ANGGUR API (FIRE CHALCEDONY) BATU MULIA ASLI WAY KANAN” dipasang?” seorang pengunjung pameran nyeletuk.

Kalau dirunut dari jumlah stand dalam pameran batu akik yang konon terbesar  di Indonesia itu dan dibandingkan dengan jumlah stand yang khusus menyediakan batu anggur api Way Kanan, jawabannya mudah ditebak. Yaitu, baik bahan maupun batu akik anggur api yang sudah jadi cincin di pameran itu memang sangat minim. Maklum saja, peserta pameran tidak hanya berasal dari Lampung, tetapi juga dari Aceh, Jawa Barat, Sumsel, bahkan ada yang langsung datang dari Ternate.

Anggur Api Way Kanan Lampung
Anggur Api (Fire Chalcedony) Way Kanan, Lampung

Pengalaman pameran batu akik di Bandarlampung kali ini setidaknya menjadi pelajaran bagi para pemulia batu akik di Lampung untuk lebih gencar meyakinkan kepada para penggemar batu akik asli Lampung bahwa keindahan batu akik asli Lampung tak kalah dengan daerah lain.

“Itu perlu proses panjang. Kalau kita ingin nama batu akik asli Lampung terkenal dan dihargai bagus, maka promosi harus gencar. Perlu pameran besar yang khusus berisi batu akik Lampung,” kata Ivan Bonang, salah seorang pemulia batu akik  Way Kanan.

Rama Pandu/Syailendra Arif