Beranda Seni Musik Asyiknya Menikmati Jazz di Mal Jelang “Lampung Jazz Festival II 2016”

Asyiknya Menikmati Jazz di Mal Jelang “Lampung Jazz Festival II 2016”

BERBAGI
Pentas Jazz di Mal Kartini

Daniel H Ghanie

“Wah, ini jazze asyik! Keren ! Ini jazz-nya sungguhan!’’ kata salah satu pengunjung Roadshow Lampung Jazz Festival 2016, yang digelar di Lantai dasar Mal Kartini, Jl. R.A. Kartini, Bandarlampung, Jumat (14/10/2016).

Komentar ‘Jazz-e asyik, keren’ itu keluar spontan  dari salah satu pengunjung cewek. Bisa jadi ia penggemar jazz berat. Ia bereaksi saat mendengar “Improvisasi” Bagas Band.

Roadshow Lampung Jazz Festival 2016 merupakan “pentas pemanasan” atau rangkaian pentas pembuka menuju acara Lampung Jazz Festival (LJF) II 2016 yanga akan dihelat di Lapangan Korpri, di Kompleks Pemprov Lampung, 11-12 November 2016 mendatang.

Penampilan Bagas Band memang luar biasa. Mereka memainkan empat repertoar yang ciptaan mereka sendiri.

Pentas jazz di mal seperti pada Roadshow Lampung Jazz Festival 2016 di Mal Kartini, Jumat lalu (15/10/2016) terbilang langka di Lampung. Bagi musisi jazz dan komunitas musik jazz di Lampung itu momen penting menjelang LJF pada 11-12 Nov 2016. Pergelaran jazz semalam itu menampilkan Didit Sujantra Project, HarmoniBrass Section, Bagas Band, Restu N Friends, Purwacaraka Musik , Bobby Blues, dan lain-lain.

Mereka memainkan Jazz standar, nyaman, dan terkadang ‘menyerempet’ smooth jazz. Yang menggembirakan: mereka juga mencoba untuk menyuguhkan jazz dengan kaidah dan sintaksis jazz standar dengan kemampuan penuh sebagai musisi Jazz (#Restu Trio).

Dipandu pembawa acara  blogger cum pegiat wisata Lampung, Indra Pradya, ratusan penonton dengan takzim menikmati jazz. Malam itu Didit Sujantra Project tampil didukung oleh Daud wahyu(drum) Didit (gitar), Didit dkk menyuguhkan komposisi klasik ‘Summertime’ dari George/Ira Ghershwin, lengkap dengan improvisasi solo yang hanya bisa dimainkan musisi yang berpengalaman di pentas jazz.

Pengunjung Mal Kartini menyaksikan pentas musik jazz.
Pengunjung Mal Kartini menyaksikan pentas musik jazz.

Lewat roadshow ini komunitas jazz Lampung ingin menjaring publik sebanyak mungkin, sehingga momentum LJF II 2016 pada tanggal 11-12 November nanti akan lebih semarak. Melimpah-ruahnya penonton,  bagaimanapun, akan memberi ‘suplemen vitamin’ bagi pelaku jazz di Lampung sehingga mereka tidak merasa piatu di kampungnya sendiri.

Sebelumnya, pada 12 Oktober 2016 lalu Kedai Union (Cafe) Bagas Band juga tampil pada  ‘Jazz Juice’ dengan ‘skuad’ Restu Trio, Didit Sujantra, Rythm Pertiwi, Rizky Prasetyo.

“Kita tetap main jazz seperti yang kita mainkan. Harus asyik. Kalau nggak gitu jazz kita akan jalan di tempat,’’ kata Didit, ‘front man’ Didit Sujantra Project.

Selain mereka, hadir pula seniman jazz Lampung yang sudah melegenda, Deddy (drummers). Ia  memboyong talenta-talenta muda muda penuh bakat. Deddy tampak berhasil ‘mengawinkan’ musisi-musisi muda dalam kesatuan harmoni. Hadirnya ‘Harmoni Brass Section’ sungguh menghibur dan punya kelas tersendiri pada pengunjung Mal Kartini.

“Tidak semua penonton pentas jazz di mal itu penggemar jazz. Tapi yang pasti mereka datang untuk bisa terhibur. Mereka juga harus kita hargai,’’ kata Reggy, vokalis Harmoni Brass Section.

Reggy tampil membawakan “Sakura dalam Pelukan” karya  Fariz RM, “Boogie Down”-nya Aljerreau, dan “Loe Game”-nya Level 42.  Reggy mencoba memperlakukan materi lagu dengan tradisi penyanyi jazz: sesekali ‘call n response’ dengan Santos (piano) juga ‘Scat singing’ (pada lagu Love Game 42).

Panitia Lampung Jazz Festival 2016 sering mendapat kecaman dari penggemar jazz yang mengaku penggemar ‘serius’ lantaran hanya menggelar jazz yang dianggap ngepop. Namun, panitia punya alasan tersendiri terkait hal itu. Panitia Lampung Jazz Festival II mengakui, menggelar konser jazz yang apresiatif bukan pekerjaan mudah, terutama dalam soal memanggil ribuan penonton. Memboyong musik jazz ke panggung membutuhkan keberanian…