Beranda Hukum Kriminal Bandar Narkoba Diduga Dikendalikan Napi Penghuni Dua Lapas di Lampung

Bandar Narkoba Diduga Dikendalikan Napi Penghuni Dua Lapas di Lampung

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi tahanan

BANDARLAMPUNG – Suryanto alias Telek, bandar dan  kurir narkoba kelas kakap yang ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung pada Sabtu (25/7) malam lalu, diduga dikendalikan oleh dua narapidana (napi) penghuni dua Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Lampung.

“Tersangka Suryanto ini hanya menunggu perintah dari dua napi yang mendekam di Lapas Rajabasa dan Way Hui. Kami masih akan terus kembangkan kasus ini,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes Pol Augustinus B. Pangaribuan melalui Kasubdit I Ditnarkoba, AKBP Raswanto, kepada Teraslampung.com, Selasa (28/7/2015).

Raswanto mengatakan, pihaknya masih terus mendalami pemeriksaan terhadap tersangka Telek. (Baca: Sempat Duel dengan Polisi, Bandar Narkoba Akhirnya Diringkus).

Berdasarkan pengakuan tersangka sementara ini, barang haram tersebut didapat dari seorang bandar besar asal Aceh. Transaksi sering dilakukan di daerah Natar, Lampung Selatan.

“Tersangka sudah lebih dari lima kali melakukan transaksi, dan transaksi itu selalu dilakukan didaerah Natar, Lampung Selatan” kata Raswanto.

Namun, lanjut Raswanto, tersangka Suryanto alias Telek tidak mengetahui secara pasti siapa nama bandar asal Aceh tersebut. Sebab, tersangka ini hanya menjalankan perintah dari dua orang narapidana (napi) yang mendekam dalam Lapas berbeda.

Raswanto mengaku, dalam pengungkapan kasus ini pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa dan Way Hui. Dari hasil kordinasi tersebut, pihaknya telah menyita dua unit handphone berikut sim cardnya milik napi penguni Lapas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Lapas dan telah mengamankan dua unit handphone berikut sim cardnya. Ini berkat kerjasama kami dengan pihak Lapas,” kata dia tanpa menyebutkan dari Lapas mana HP  dan sim card tersebut disita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Teraslampung.com, dua napi ini mempunyai peran masing-masing. Yakni yang di Lapas Rajabasa sebagai penyedia barang (narkoba) sedangkan napi yang berada di Wayhui sebagai pemesan. Tersangka Suryanto alias Telek yang bertugas atau mengendalikan narkoba di luar Lapas.

Dihubungi terpisah, Kalapas Wayhui, Edi Prayitno, membantah jika Direktorat Narkoba Polda Lampung melakukan pemeriksaan di Lapasnya. Namun, ia tidak akan menghalang-halangi petugas dari Ditresnarkoba Polda untuk melakukan pemeriksaan.

“Silahkan saja kalau mau memeriksa, tapi dengan surat resmi, jangan main asal masuk saja. Kami tidak akan menghalang-halangi mereka. Tapi sampai saat ini belum ada pemeriksaan dari mereka,” kata Edi melalui ponselnya.

Sementara itu, Kalapas Rajabasa, Petrus Kunto, belum mengetahui adanya pemeriksaan yang dilakukan pihak Ditresnarkoba Polda Lampung.

“Ya terus terang saja mas, saya tidak tahu, karena saya lagi berada di Jakarta. Silahkan saja kalau memang mau diperiksa, dan saya tidak akan menghalangi jika Ditnarkoba melakukan pemeriksaan,”ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Suryanto ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung saat tengah mengisi bensin di SPBU di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Bumi Waras, Bandarlampung Sabtu (25/7) lalu sekitar pukul 18.30 WIB.

Dari tangan tersangka, disita 64 kilogram daun ganja kering siap edar, 250 butir pil ekstasi, dan  44 gram sabu-sabu.