Beranda Politik Beredar SK Pencopotan Alzier Dianis Thabranie sebagai Ketua Partai Golkar Lampung

Beredar SK Pencopotan Alzier Dianis Thabranie sebagai Ketua Partai Golkar Lampung

BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM — DPP Partai Golongan Karya mencopot Alzier Dianis Tabranie dari jabatanannya sebagai Ketua DPD I PG Lampung. Pencopotan itu berdasarkan SK DPP Partai Golkar dengan nomor SK : KEP- 149/ DPP/ Golkar/ IX/ 2016 tentang Pemberhentian Alzier dari Jabatan Sebagai Ketua DPD I Golkr Lampung dan menunjuk Letjen TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Lampung dengan dibantu oleh Ariyadi Achmad (Wasekjen DPP Golkar wilayah Sumatera III).

Dalam SK yang ditandatangani Ketua Umum Golkar Setya Novanto dan Sekretaris Idrus Marham itu juga disebutkan bahwa DPP Golkar akan menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) dengan berpedoman pada perintah DPP Golkar nomor : Juklak-5/DPP/ Golkar/VI/ 2016 dengan melibatkan potensi seluruh kader Partai Golkar Lampung.

SK DPP Golkar yang beredar di kalangan wartawan pada Kamis (9/8/2016) itu rupanya belum banyak diketahui internal DPD I Partai Golkar Lampung. Entah tahu atau pura-pura tidak tahu, sejumlah petinggi Partai Golkar Lampung ketika dimintai konfirmasinya mengaku belum tahu ada SK DPP tentang pemberhentian Alzier.

“Saya kurang tahu soal kabar iru. Yanng pasti kami dan DPD 15 kabupaten/kota tetap solid di bawah kepemimpinan Alzier,” kata Riza Mirhadi,  Ketua Pemenangan Pemilu Wilayah III Partai Golkar Lampung, Kamis (9/8/2016).

Politikus senior mengaku tidak berandai-andai terkait beredarnya kabar pencopotan Alzier.

“Sampai saat ini kami masih mengakui Alzier sebagai Ketua DPD Golkar Lampung. Kami tetap solid di bawah kepemimpinan ADT (Alzier Dianis Thabranie),” kata Riza.

Ketua Harian DPD I Golkar Lampung I Made Bagiasa mengatakan kabar pencopotan Alzier dari jabatannya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Lampung hanyalah rumor.

“Saya tidak tahu soal adanya Plt (pelaksana tugas) untuk menggantikan Ketua (Alzier). Nggak ada itu isu-isu pergantian. Saya tidak mau mendengar isu (maksudnya rumor–Red.),” tegasnya.

Made Bagiasa mengegaskan pihaknya hingga kini belum menerima SK DPP Golkar tentang pemberhentian Alzier.

Hal hampir senada diungkapkan politikus senior Golkar, Tony Eka Candra. Loyalis Alzier itu mengaku Golkar merupakan partai besar dan modern sehingga keputusan dan kebijakan yang diambil khusunya di Lampung melalui prosedur, mekanisme, AD/ART, dan  peraturan organisasi lainnya.

“Keputusan yang diambil Partai Golkar wajib untuk memenuhi prosedur, mekanisme dan aturan partai sebagaimana konstitusi Golkar yaitu AD/ART,” ujarnya.

Tony mengatakan, beberapa waktu lalu tim pencari fakta datang ke Lampung. Saat mereka bertemu dengan 15 DPD Golkar Kabupaten/Kota dan pengurus DPD I Provinsi, ke-15 DPD Golkar tetap mendukung kepemimpinan Alzier.

“Pengurus Golkar Lampung juga menyatakan hal yang sama akan tetap solid mendukung Pak Alzier sampai berakhir masa tugasnya,” katanya.

Menurut Tony, Musda DPD I Partai Golkar Lampung yang memilih kembali Alzier sebagai Ketua DPD I Golkar Lampung digelar sesuai dengan mekanisme Partai Golkar.

“Musda sudah dilakukan sesuai aturan mekanisme dan konstitusi partai. Musda kala itu juga dihadiri Ketua Umum Aburizal Bakri dan Sekjen Idrus Marham. Setelah musda itu, keluarlah SK tentang komposisi dan personalia DPD Golkar Lampung dan ditandatangani Ketum dan Sekjen,” katanya.

Tony mengatakan, jika benar DPP Partai Golkar sudah menerbitkan SK pemberhentian Alzier sebagai Ketua Partai Golkar Lampung pihaknya akan mempelajari lebih dulu untuk menentukan sikap dan langkah selanjutnya.

“(Kalau ada SK-nya) Kami akan pelajari dulu. Kami tidak mau berandai-andai,” ujarnya.

TL/LM