Beranda Hukum Beredar, Video Oknum Guru SDN 4 Sawahlama Bandarlampung Tampar Muridnya

Beredar, Video Oknum Guru SDN 4 Sawahlama Bandarlampung Tampar Muridnya

BERBAGI
Video guru SD N 4 Sawahlama, Bandarlampung memukul dan mencubit para siswanya yang tidak mengerjakan tugas.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Dalam beberapa hari terakhir -beredar video kekerasan yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru SDN 4 Sawahlama, Tanjungkarang Timur, Bandarlampung, Rumpidah Saragih, terhadap beberapa siswa kelas VI. Video yang berdurasi sekitar dua menit tersebut direkam oleh salah satu murid menggunakan ponsel yang berada di dalam kelas tersebut.

Dalam rekaman video tampak jelas sekali terlihat, awalnya oknum guru wanita itu memeriksa tumpukan buku yang berada di atas mejanya. Lalu satu- per satu murid kelas VI maju ke dapan untuk menghadapnya.

Entah kenapa, oknum guru tersebut langsung menampar wajah sejumlah murid bahkan mencubitnya. Oknum guru tersebut, juga terlihat marah-marah kepada semua murid yang ada di dalam kelas.

Akibat beredarnya video kekerasan yang dilakukan oknum guru SDN 4 Sawahlama tersebut, pantauan teraslampung.com, sejumlah wali murid yang anaknya diperlakukan tidak wajar oleh oknum guru tersebut mendatangi sekolah tempat anaknya bersekolah.

Para wali murid tersebut meminta penjelasan dari Kepala sekolah, serta oknum guru yang telah melakukan kekerasan. Namun,  oknum guru yang melakukan kekerasan dalam video tersebut sedang izin tidak masuk mengajar karena ada salah satu kerabatnya meninggal dunia.

Sejumlah wali murid, bersama Kepala Sekolah SDN 4, para guru dan Kepala UPTD Dinas Pendidikan Tanjugkarang Timur mengklarifikasi masalah kekersana yang dilakukan oknum guru tersebut. Para wali murid meminta kepada Kepala Sekolah, agar menindaklanjuti oknum guru yang telah melakukan kekerasan dan memberikan sanksi tegas.

Tati (48), salah seorang wali murid yang anaknya berinisal Ao (11) menerima perlakukan kekerasan oleh oknum guru tersebut, mengaku baru mengetahui adanya kejadian itu setelah melihat video rekaman yang tersebar di dunia maya.

“Saya tidak terima anak saya sudah diperlakukan seperti apa yang ada dalam rekaman video itu. Dalam rekaman itu, anak saya ditampar dan dijenturkan kepalanya,” kata dia, Rabu (19/10/2016).

Menurutnya, selama ini anaknya tidak pernah menceritakan perlakukan gurunya yang telah melakukan kekerasan, mungkin karena takut untuk menceritakannya.

“Saya tahunya baru kemaren, itupun setelah melihat rekaman video dari salah satu ponsel milik teman anak saya satu kelasnya. Saya ingin guru yang melakukan kekerasan ini, dikeluarkan dari sekolah,”jelasnya.

https://www.youtube.com/watch?v=LzOaofC6fDA&feature=youtu.be

BACA JUGA:

loading...