Beranda Hukum Korupsi Berkas Perkara Korupsi Dana BOS SMPN 24 Bandarlampung Siap Dilimpahkan

Berkas Perkara Korupsi Dana BOS SMPN 24 Bandarlampung Siap Dilimpahkan

Ilustrasi
Share Thiis
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG – Berkas perkara dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2014 SMPN 24 Bandarlampung telah dinyatakan lengkap (P21).Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Bandarlampung, akan segera melimpahkan berkas perkara dan dua tersangka berinisal HS dan Au ke Kejaksaan Negeri Bandarlampung dalam waktu dekat.

“Untuk berkas perkara dugaan korupsi dana BOS SMPN 24, sudah dinyatakan lengkap (P21). ada dua orang yang ditetapkan tersangka berinisial HS dan Au,”kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, Selasa (20/9/2016).

Menurut Dery, untuk pelimpahan kedua tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri bandarlampung, waktunya belum bisa dipastikan. Sebab, salah satu tersangka saat ini sedang sakit.

“Selain itu, kami masih menunggu koordinasi dengan JPU. Pelimpahan itu semestinya minggu kemarin, batal dilimpahkan karena terkendala salah satu tersangka sakit,”ujarnya

Menurutnya, apabila dalam waktu dua atau tiga hari mendatang kondisi tersangka sudah dipastikan sembuh, saat itu juga akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Yang jelas, akan kami limpahkan tersangka dan barang bukti selama sepekan terakhir ini,”jelasnya.

Dery mengutarakan, selain perkara dugaan korupsi dana BOS yang sudah dinyatakan lengkap, pihaknya juga menyidik satu item dugaan korupsi dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) di SMPN 24 Bandarlampung.

Namun untuk berkas perkara dana BSM tersebut, kata Dery, masih menunggu hasil penelitian dan penghitungan dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Lampung.

“Kalau hasil perhitungan kerugiannya keluar, akan segera dilakukan gelar perkara untuk peningkatan status penyidikan dan penetapan tersangka,”terangnya.

Selama 10 bulan sejak Nopember 2015 hingga September 2016, Polresta Bandarlampung menyidik kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMPN 24 Bandarlampung, dengan kerugian negara sebesar Rp 800 juta.

Dalam kasus dugaan korupsi tersebut, penyidik menetapkan dua tersangka berinisial HS dan Au.

Selain perkara dugaan korupsi dana BOS, penyidik juga menyidik dugaan korupsi pada item dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) di SMPN 24 Bandarlampung. Namun hingga saat ini, kasus dugaan korupsi dana BSM belum ada penetapan tersangka.

Belum adanya penetapan tersangka, karena sampai saat ini penyidik masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP Provinsi Lampung. Namun kuat dugaan, kerugian negara dana BSM SMPN 24 Bandarlampung, nilainya lebih besar dari dana BOS sebesar Rp 900 j

BACA JUGA:

loading...