Beranda Hukum Narkoba Bisnis Ganja Aceh-Lampung, Tiga Kali Hadi Dapat Kiriman dalam Jumlah Besar Via...

Bisnis Ganja Aceh-Lampung, Tiga Kali Hadi Dapat Kiriman dalam Jumlah Besar Via Kantor Pos

BERBAGI
Barang bukti ganja asal Aceh yang disita dari tangan Hadi Rismono (46) warga Jalan Hayam Wuruk, Gang Bukit I, Kelurahan Tanjung Agung dan Sopian (59) warga Kelurahan Tanjung Agung.

Zainal Asikin|teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — ┬áBisnis ganja dan ekstasi yang dilakukan Hadi Rismono (46) warga Jalan Hayam Wuruk, Gang Bukit I, Kelurahan Tanjung Agung dan Sopian (59) warga Kelurahan Tanjung Agung, termasuk aneh. Aneh, karena meski dilakukan secara terbuka dengan pengiriman barang haram lewat jasa pos, tetapi tidak terendus pegawai pos dan petugas kepolisian.

Pengiriman ketiga kali pada Kamis (15/9/2016) barulah kedok bisnis Hadi dkk terbongkar.

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho mengatakan, tersangka Hadi mengaku bahwa sudah tiga kali mendapatkan paket kiriman ganja dalam jumlah besar asal dari Aceh.

“Semua pengiriman paket ganja tersebut, melalui jasa pengiriman Kantor Pos dan Giro,”kata Hari saat gelar ekspos di Mapolresta Bandarlampung, Jumat (16/9/2016).

Menurut Hari Nugroho, tersangka Hadi tidak berhubungan langsung dengan bandar besarnya asal Aceh berinisial TS, Hadi mendapatkan paket besar ganja tersebut melalui perantara berinisial AK yang merupakan sebagai bosnya.

“Tersangka Ak masih buron (DPO), AK yang menghubungi Hadi kalau ada paket kiriman ganja di kantor pos. Lalu AK menyuruh Hadi, untuk mengambil paket kiriman ganja tersebut,”ujarnya.

Setiap mengambil paket kiriman ganja di kantor pos, kata Hari, tersangka Hadi selalu menyewa mobil angkutan jasa dan selalu berbeda orang. Terakhir, Hadi menelepon tersangka Sopian selaku pemilik jasa angkutan. Hadi meminta kepada Sopian untuk mengambilkan paket di kantor pos.

“Tersangka Sopian, mengangkut paket ganja 99 Kg atas permintaan Hadi menggunakan mobilnya dari kantor pos. Tersangka Hadi, mengawal Sopian dengan mengendarai sepeda motor Supra miliknya,”terangnya.

Dikatakannya, pada saat membawa paket ganja 99 Kg dan ratusan butir pil ekstasi tersebut, berdasarkan atas informasi masyarakat dan under cover petugas berhasil menangkap kedua tersangka.

“Dari pengakuan kedua tersangka, rencananya 99 Kg ganja itu akan ditaruh dan disimpan di sebuah rumah kosong di belakang Fitrinov Jalan ZA Pagar Alam, Gang Jambu, Kedaton,”jelasnya.

Menurut Hari, peredaran ganja yang dilakukan tersangka Hadi, dilakukan sejak satu tahun terakhir. Tersangka mendapatkan paket ganja dari bandar besar asal Aceh, dalam jumlah yang besar.

“Selain di Bandarlampung, tersangka Hadi mengedarkan ganja tersebut, di beberapa Kabupaten di Provinsi Lampung,”ungkapnya.