Beranda Hukum Kriminal Buron Kasus Perampokan di Dibekuk Polresta Bandarlampung di Pringsewu

Buron Kasus Perampokan di Dibekuk Polresta Bandarlampung di Pringsewu

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi

BANDARLAMPUNG – Tim Anti-Bandit Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, berhasil membekuk satu orang pelaku perampokan berinisial KL, warga Gedong Air, Tanjungkarang Barat. Tersangka merupakan seorang residivis kasus perampokan di sejumlah tempat di Bandarlampung itu dibekuk polisi di rumah kerabatnya di daerah Pringsewu, pada Sabtu (1/8/2015) lalu sekitar pukul 05.00 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Komisaris Dery Agung Wijaya mengatakan, tersangka KL adalah salah satu pelaku perampokan dirumah korban, Marselo, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di Dinas Pekerjaan Umum Way Kanan dijalan Pubian No. 8 RT. 03 LK 01 Kelurahan Susunan Baru, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Kamis (19/6/2014) lalu sekitar pukul 04.30 WIB.

“Tersangka KL yang ditetapkan sebagai DPO sejak terjadinya kasus pencurian, dapat kami tangkap dirumah kerabatnya di daerah Pringsewu. Selain tersangka KL, masih ada tersangka lain berinisial M yang saat ini belum tertangkap. Petugas masih melakukan pengejaran terhadap tersangka M (DPO),”kata Dery saat ditemui diruangannya, Senin (3/8).

Dari rumah korban, kata Dery, tersangka KL dan M (DPO) berhasil mengambil barang-barang berharga milik korban. Seperti uang senilai ratusan juta dan uang dolar AS, perhiasan, BPKB, STNK, dua unit televisi dan satu unit kendaraan mobil Pajero milik korban dengan kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

“Dari penangkapan tersangka KL, kami tidak temukan adanya barang bukti hasil curian dari rumah korban Marselo. Sebab barang-barang hasil curian, sudah dijual semua dan uangnya sudah habis digunakan tersangka KL untuk berfoya-foya dan kebutuhan sehari-hari,”ujarnya.

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan, mantan Kasat Reskrim Polres lampung Tengah ini menjelaskan, tersangka KL merupakan seorang residivis yang sudah pernah dua kali masuk penjara pada sebelumnya. Pertama tersangka masuk penjara karena terlibat kasus penganiayaan, kemudian pada tahun 2013 lalu tersangka terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan menjalani hukuman di Lapas Rajabasa.

“Kalau dari pengakuannya, tersangka KL mengaku baru tiga kali melakukan pencurian. Namun berdasarkan catatan dari kepolisian, ada sekitar 16 TKP kasus pencurian dengan modus dan cara yang sama dilakukan tersangka KL dan komplotannya di wilayah Kota Bandarlampung. Yang jelas kasus ini masih kita kembangkan, untuk mengungkap adanya TKP lain dan pelaku lainnya,”terang Dery.

Dery mengutarakan, modus pencurian yang dilakukan tersangka KL dan komplotannya. Sebelum beraksi, tersangka mempelajari terlebih dahulu rumah yang menjadi calon target pencuriannya. Ketika rumah dalam kondisi kosong dan ditinggal pergi oleh penghuninya, tersangka KL dan rekannya M (DPO) masuk kerumah korban Marselo pada waktu dinihari.

Tersangka kemudian masuk kerumah korban, lanjut Dery, dengan cara membongkar kunci gembok pintu pagar menggunakan peralatan gunting besar pemotong besi dan peralatan lain untuk membongkar pintu rumah. Setelah masuk kedalam rumah, tersangka KL dan M (DPO) langsung mengambil barang-barang berharga milik korban.

“Jadi sebelum beraksi membobol rumah dan mengambil barang-barang berharga milik korban Mareselo, tersangka KL ini mengajak temannya M (DPO) untuk menginap dirumah orang tuanya selama beberapa hari yang lokasinya tidak jauh dari rumah korban. Setelah itu baru keduanya beraksi membobol rumah korban pada dini hari saat situasi keadaan sekitar sepi,”jelasnya.