Beranda Hukum Kriminal Cabuli Gadis, Dua Warga Abung Tengah Diringkus Polisi

Cabuli Gadis, Dua Warga Abung Tengah Diringkus Polisi

BERBAGI
Ilustrasi

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Polres Lampung Utara mengamankan tersangka Dedi Saputra (27) dan Doni Irawan (19) karena diduga mencabuli  FW (17), di kediaman tersangka di Kecamatan Abung Tengah, Selasa sore (13/9/2016). Kedua warga Pasar Baru, Desa Subik, Abung Tengah ini ditangkap beberapa jam setelah korbannya, warga Kotabumi, melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Polres Lampung Utara.

“Setelah dapat laporan, kami melakukan penyelidikan dan menangkap para tersangka di kediaman mereka masing – masing pada Rabu malam,” kata Kasat Reskrim Polres, AKP Supriyanto Husin kepada wartawan, Kamis (15/9).

AKP Supriyanto mengatakan kejadian nahas yang menimpa korban FW bermula saat Doni mengajak korban bertandang ke kediamannya pada Selasa lalu (13/9/2016). Selanjutnya, tersangka Doni membawa korban ke Gunung Batu Subik pada sekitar pukul 17.00 WIB. Di lokasi itulah, pelaku memaksa korban untuk berhubungan intim. Di bawah ancaman akan dibunuh, korban terpaksa melayani nafsu bejat pelaku.

Setelah puas melampiaskan syahwatnya, kata Kasat Reskrim, tersangka membawa korban ke rumah Dedi untuk mengambil helm mereka yang tertinggal.

Di rumah Dedi, birahi pelaku untuk menggauli korban kembali muncul sehingga pelaku kembali mengulangi perbuatannya. Perbuatan tak senonoh Doni ternyata diketahui oleh Dedi sehingga keduanya membuat kesepakatan jahat. Dedi memperbolehkan Doni turut menggauli korban.

Selanjutnya, Doni membawa korban pergi dan meninggalkan korban di pinggiran jalan Soekarno – Hatta, Kotabumi. Korban akhirnya diantarkan pulang ke rumahnya oleh warga sekitar. Merasa telah menjadi korban pemerkosaan, korban pun menceritakan kejadian itu kepada keluarganya yang langsung ditindaklanjuti keluarganya dengan melapor ke Polres.

“Pengakuan Doni, hal itu dilakukannya karena FW adalah pacarnya,” terang dia.

Sementara alasan Dedi turut menggagahi korban, imbuhnya lagi, dikarenakan dirinya terpancing syahwatnya usai melihat perbuatan Doni kepada korban. Akibat perbuatannya, keduanya terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

“Sesuai dengan pasal 81 dan 82 Undang – Undang nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, keduanya terancam 15 tahun penjara,” tegasnya. ‎