Beranda Hukum Narkoba Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, Pegawai Rutan Kotabumi Ditangkap Polisi

Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, Pegawai Rutan Kotabumi Ditangkap Polisi

BERBAGI
ersangka F (kaos putih) dan TS, oknum Pegawai Rutan dan warga sipil yang diamankan oleh Sat. Narkoba Polres Lampung Utara.

Feaby | Teraslampung.com

Kotabumi–Sepandai -pandainya Tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Inilah yang dialami oleh F, oknum pegawai Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB, Lampung Utara yang telah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran diduga kuat terlibat dalam peredaran narkoba di dalam Rutan.

F ditangkap oleh Satuan Narkoba Polres Lampung Utara di halaman Rutan, Selasa (23/8/2016) sekitar pukul 14:30 WIB. Penangkapan F ini tak lama usai penangkapan rekannya yang berinisial TS beberapa menit sebelumnya. TS ditangkap di kediamannya yang berada di Kelurahan Tanjung Senang, Kotabumi Selatan.

AKP. John Kenedy mengatakan, dari tangan TS, pihaknya menyita enam paket kecil sabu. Paket – paket narkoba itu disimpan dalam topi tersangka. TS sendiri pekerjaan aslinya ialah penjaga sarang burung walet yang sekaligus digunakannya sebagai tempat tinggal.

“Total ada enam paket kecil sabu yang kami amankan dari rumah tersangka T. Enam paket sabu ini menurut TS diambil dari tersangka F,” katanya.

Tak lama usai penggrebekan tersebut, entah disengaja atau secara kebetulan, melintaslah seorang pengendara motor di depan kediaman TS. Belakangan diketahui pengendara motor itu tak lain adalah tersangka F. Banyaknya anggota Polisi di kediaman TS membuat tersangka F memacu kendaraannya menjauh dari lokasi. Melihat gelagat mencurigakan itu, anggota Satuan Narkoba kemudian melakukan pengejaran hingga sampai di halaman Rutan.

“Anggota berhasil menangkap F di pelataran parkir Rutan. Saat diperiksa, dari saku celanan tersangka ditemukan satu paket sabu seberat ,5 gram,” urai dia.

John menuturkan, penangkapan atas tersangka TS ini berkat informasi dari masyarakat yang mengabarkan bahwa di sekitar kediaman tersangka kerap terjadi transaksi narkoba. Sementara, untuk tersangka F, perwira menengah Kepolisian ini menegaskan bahwa yang bersangkutan memang masuk dalam DPO. F disinyalir merupakan “pemasok” narkoba ke dalam Rutan yang menjadi tempatnya mengabdi.

“Sudah jadi DPO kita, memang ini pemain, dan diduga untuk dijual ke dalam (Rutan). Para tersangka akan dijerat dengan pasal 112, 111 undang-undang 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal empat tahun penjara,” tandasnya.

Di lain sisi, tersangka F tak membantah jika barang bukti yang ditemukan di saku celananya merupakan miliknya. Namun, terkait enam paket sabu ‎yang ditemukan di kediaman TS, F belum buka suara apakah sabu itu juga miliknya atau tidak.

“Saya akui barang bukti di saku celana saya itu ‎punya saya,” katanya lirih sembari menundukan wajahnya.