BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kapolresta Bandarlampung Kombes Hari Nugroho

BANDARLAMPUNG – Dua polisi anggota Polresta Bandarlampung, Aiptu Apriansyah dan Aiptu Dwi Septanto,  roboh setelah ditusuk DPO pelaku pembunuhan, Asep Sujana (27) pada saat penggerebekan di rumah pelaku di Jalan Pulau Legundi, Sukabumi, Bandarlampung, Kamis (5/11) sekitar pukul 17.30 WIB.

Karena mengalami beberapa luka tusukan tersebut, dua anggota polisi Polresta Bandarlampung langsung dilarikan ke Rumah Sakit Imanuel. sementara DPO pelaku pembunuhan, Asep Sujana tewas di lokasi kejadian setelah dihadiahi peluru panas petugas

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari  Nugroho, saat ditemui di Rumah Sakit Imanuel mengatakan, kronologis kejadian penangkapan terhadap DPO pelaku pembunuhan tersangka Asep, petugas yang berjumlah enam orang awalnya sedang beroperasi untuk menangkap seorang pelaku
pencurian dengan modus pecah kaca mobil.

“D itengah perjalanan, petugas mendapat informasi, bahwa Asep Sujana seorang DPO kasus pembunuhan mahasiswa Akper pada  bulan Ramadhan Juli 2015 lalu di kos-kosan yang selama ini dicari diketahui berada di kediamannya,”kata Hari, Kamis (5/11) malam.

Hari menuturkan, petugas kemudian  melakukan penggerebekan di rumah DPO Asep Suyanto, sekitar pukul 17.30 WIB di Jalan Pulau Legundi, Sukabumi. Petugas menemukan Asep di rumahnya saat sedang makan, saat akan ditangkap Asep melakukan perlawan dengan menusuk Aiptu Apriansyah dengan sebilah badik di bagian perut.

“Setelah menusuk perut Apriansyah satu kali tusukan, tersangka kemudian berusaha kabur menuju ke arah pintu belakang rumahnya,”tutur Hari.

Salah seorang petugas lainnya Aiptu Dwi Septanto, yang telah bersiap menyergap tersangka dari pintu belakang, lanjut Hari, petugas yang berhadapan langsung dengan Asep satu lawan satu. tersangka Asep, menghujamkan lagi badik yang di pegangnya ke petugas.

“Aiptu Dwi juga mengalami luka tusuk akibat perlawan tersangka. Saat berusaha dibekuk, tersangka Asep justru menusuk Dwi dengan membabi buta. Akibatnya, Dwi mengalami luka tusukan dibagian leher dan perut,”terangnya.

Pantauan teraslampung.com, kedua anggota polisi yang bertugas di Polresta Bandarlampung dan Polsekta Sukarame yang mengalami luka tusukan oleh pelaku masih menjalani operasi di Rumah Sakit Imanuel, sekitar pukul 20.00 WIB. Kedua anggota polisi tersebut, kondisinya masih kritis dan membutuhkan banyak transfusi darah.

Sementara tersangka Asep Sujana, yang tewas ditempat kejadian setelah di hadiahi peluru panas petugas berada di ruang pemulsaran Rumah Sakit Umum Abdoel Muluk (RSUAM). Tampak terlihat juga, keluarga pelaku berada di depan ruang pemulsaran RSUAM.

Pantauan teraslampung.com di ruang pemulsaran RSUAM, sekitar pukul 21.30 WIB Asep Sujana tewas dengan 12 luka. Antara lain di  perut dan dada, empat luka lengan kanan, tiga di bagian punggung, dan satu luka terbuka di bagian kepala.

Tersangka Asep Sujana, menurut salah seorang petugas kepolisian Polresta Bandarlampung, selain DPO dari kasus pembunuhan mahasiswa Akademi Keperawatan, tersangka juga residivis kasus pencurian, penganiayaan dan masih banyak tindakan kejahatan lainnya yang dilakukan tersangka.

LEAVE A REPLY