Beranda Seni Teater Dua Dekade Teater Zat dan Catatan Tak Penting Lainnya

Dua Dekade Teater Zat dan Catatan Tak Penting Lainnya

BERBAGI
Teater Zat usai sebuah pementasan (dok. Teater Zat)

Oleh: Ruslan Ghofur

Saya selalu ingat ketika Irsyad Ridho memberi pengantar pementasan Teater Zat di Artec Fair UNJ tahun 2002 silam. Kira-kira seperti ini;“Menghidupkan teater di kampus memang tidak mudah. Kita tidak bisa mengharapkan para pekerjanya intens melakukan kegiatan berteater. Kadang-kadang motivasi mereka beragam dan tidak musti berkaitan secara langsung dengan teater itu sendiri. Misalnya hanya karena ingin mengincar teman wanita atau pria, atau karena ingin kumpul-kumpul saja daripada tidak ada kegiatan.”

Irsyad juga menambahkan, karena para pekerjanya datang silih berganti (bersebab sudah lulus atau terlalu repot kuliah dan pacaran), akhirnya kelompok teater yang hendak dibangun tidak pernah bisa mapan. Kita harus selalu mulai dan awal lagi dengan orang-orang yang baru lagi dalam waktu yang relatif singkat. Apalagi dari segi kemampuan atau keterampilan bermain teater, mereka atau para pekerja itu memang masih belajar atau bahkan tidak mengerti sama sekali.

Ucapan Irsyad itu muncul saat Teater Zat baru berusia 8 tahun, masih labil, sedang nakal-nakalnya, dan enggan diatur-atur oleh siapa pun. Tapi saya yakin, penggiat Teater Zat saat itu (dan saat ini) pasti punya mimpi yang sama yakni membangun teater kampus profesional. Celakanya mimpi luhur itu selalu berbenturan dengan problem paling klasik yang dialami sebagian teater kampus, yakni proses regenerasi yang tersendat, kadang mati suri, atau kadang vakum lama sekali.

Jikalau pun sempat berlebih secara kuantitas anggota, tidak semuanya menguasai keaktoran dengan baik.Makanya bagi saya pribadi (mungkin juga bagi yang lain), berteater tidak lebih sebagai sarana berproses, menikmati alur hidup, dan membangun suasana persahabatan yang kental. Ya, persahabatan yang kental. Bahkan sangat kental. Tidak lebih dari itu.

Jumat kemarin, 19 Desember 2014, saya nonton pementesan Teater Zat berjudul “Digugu dan Ditiru” karya dan sutradara Gugum Okta Riansyah di Gedung Pertunjukan Bulungan Jakarta Selatan. Pentas itu sepertinya dimaksudkan sebagai kado ulang tahun karena Teater Zat sudah berusia 20 tahun, ‪#‎DuaDekadeZat‬! 20 tahun itu lama lho, mungkin Teater Zat adalah teater tertua yang masih eksis di lingkungan UNJ.

Saya sama sekali tidak akan menyinggung soal pertunjukan kemarin, soal kualitas keaktoran, soal artistik, atau soal tetek bengek berbobotnya sebuah pertunjukan drama. Saya hanya sedang tersenyum bangga, bahwa Teater Zat masih ada, bisa pentas di tempat layak, bisa sedikit glamor, dan masih bisa diapresiasi. Kalau tidak salah, pentas kolosal terakhir Teater Zat di luar kampus adalah saat menyajikan “Inspektur Jenderal” karya Nikolai Gogol yang disutradarai Upang Supardal dan Iwan Purnanto di Auditorium RRI Jakarta, tahun 2003 silam.

Selama nyantri di Teater Zat, saya memang lebih banyak berkutat di tim produksi, jadi saya tahu persis bagaimana pusingnya mempersiapkan sebuah pementasan. Pentas kecil saja bisa bikin berantem-berantem, gimana pentas kolosal yang besar, di luar kampus pula. Rais (bukan Rois Said), sebagai ketua Teater Zat saat ini, pasti pusing bukan kepalang dibuatnya. Saya yakin itu makanya saya mengapresiasi kerja keras yang sudah kalian tunjukkan.

Oh ya, Oyos Saroso H N, Zen Hae, Ukim Komarudin, Iwan Gunadi,Zaenudin Enot, dll pasti ikut senyum bahwa Teater Zat yang didirikan “tidak sengaja” untuk keperluan Festival Teater Mahasiswa di TIM tahun 1994 itu masih bisa hidup, masih punya banyak penggiat, dan masih bisa pentas. Sayang, para “pendiri” itu banyak yang tidak bisa hadir untuk bisa menikmati kebahagiaan pentas di Bulungan yang dirasakan adik-adiknya kemarin.

Rais dan teman-teman, jangan pernah merasa puas, terus kembangkan rasa gelisah kalian menjadi lebih berarti. Selamat Natal dan tahun baru bagi semua anggota Teater Zat yang merayakan.

Salam Rahayu!

Share Thiis
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Reddit
Share On Stumbleupon
Share On Youtube