Beranda Hukum Kriminal Dua Hari Terakhir, 2 Sepeda Motor Dibawa Kabur Begal di Lampung Utara

Dua Hari Terakhir, 2 Sepeda Motor Dibawa Kabur Begal di Lampung Utara

Ilustrasi
Share Thiis
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Dua hari terakhir (15-16 Oktober 2016), komplotan begal bersenjata api dan bersenjata tajam di Lampung Utara merampas dua unit motor dari dua korban di dua lokasi berbeda. Salah satu korban, Masroka (50), karyawan PTPN VII Bunga Mayang, terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Bandarlampung karena luka tembak di paha kiri korban membuat tulang pahanya retak.

Sementara, korban begal lainnya yang bernama Subagio (42), hanya diambil sepeda motornya oleh pembegal tanpa dilukai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Teraslampung.com, pembegalan motor yang menimpa korban Masroka, warga Desa Banjar ketapang, Sungkai Selatan itu terjadi di Jalan Raya Simpang 6 petak 54 di areal perkebunan tebu daerah Desa Sidodadi, Sungkai Selatan, Lampung Utara, Sabtu (15/10), sekitar pukul 14.00.

Kapolsek Sungkai Selatan, AKP Zairin melalui Kanit Reskrim, Ipda Sundani kepada wartawan, Minggu (16/10), membenarkan ada karyawan PTPN VII Bunga Mayang yang menjadi korban pembegalan. Para pelaku yang membegal korban berjumlah tiga orang pemuda dan memiliki senjata api (senpi).

“Para pelaku menembak korban dan juga membawa kabur motor korban,” katanya.

Menurut AKP Zairin kejadian ini berawal saat korban yang hendak pulang ke rumah usai bekerja dihentikan oleh seorang pemuda di lokasi kejadian. Pemuda itu berpura – pura membutuhkan tumpangan.

Tanpa curiga, korban pun membonceng pemuda itu. Setibanya, di lokasi kejadian, mendadak muncul dua pemuda tak dikenal yang belakangan diketahui ternyata komplotan pemuda yang diboncengnya.

“Sebelum merampas motor, salah seorang pelaku menembak korban dan setelah itu kabur,” terangnya.

Beruntung, tak lama setelah kejadian itu, seorang warga melintas di lokasi dan langsung melarikan korban ke klinik kesehatan di daerah tersebut. Namun, pihak klinik menyarankan korban segera dibawa ke RSUD Ryacudu, Kotabumi.

Tidak lama setelah tiba dan mendapat perawatan di RSUD Ryacudu, korban pun kembali harus dirujuk ke RS di Bandarlampung karena luka tembak di paha kiri korban membuat tulang pahanya retak.

‎”Luka tembak di bagian paha kirinya membuat tulangnya retak sehingga korban harus dirujuk ke rumah sakit di Bandarlampung,” jelas salah seorang tenaga medis RSUD Ryacudu yang menolak disebutkan namanya.

Sementara kejadian nahas yang menimpa Subagio (42), warga Kelurahan Kotabumi Ilir, Kotabumi, terjadi saat korban melintas di Jalan Ahmad Akuan, Kotabumi, Minggu (16/10), sekitar pukul 05.30 WIB.

Kala itu, korban usai membesuk anaknya yang dirawat di RSUD Ryacudu, Kotabumi. Para pelaku yang berjumlah dua orang bersenjatakan golok merampas sepeda motor Honda Revo warna hitam BE 3097 JQ milik korban.

Subagio menceritakan, para pelaku muncul dari arah belakang dan langsung memepet kendaraan yang ia tunggangi seorang diri. Ia mengaku hanya bisa pasrah melihat kedua pelaku membawa kabur motornya karena mereka mengancam akan membacoknya jika tak segera menyerahkan motor tersebut.

“Cepat turun. kalau enggak kamu saya bacok,” kata Subagio menirukan ancama para pembegal motor miliknya.

BACA JUGA:

loading...