Beranda Hukum Kriminal Dua Penjambret asal Pesawaran dan Tanggamus Diringkus Polisi

Dua Penjambret asal Pesawaran dan Tanggamus Diringkus Polisi

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com


Ekspose penangkapan dua penjambret di Polresta Bandarlampung, Minggu (21/6/2015).

BANDARLAMPUNG– Ridho (19) dan Romli (20), dua penjambret asal Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Tanggamus,  diringkus petugas Unit Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung. Polisi menangkap keduanya di lokasi berbeda, yakni di wilayah Telukbetung dan Tanjungkarang Barat, Sabtu (20/6) lalu.

Kedua tersangka ditangkap polisi setelah petugas Polresta Bandarlampung mengintensifkan kegiatan penyelidikan terkait dengan maraknya tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan modus penjambretan yang mana sasaran korbannya rata-rata adalah perempuan pengendara sepeda motor.

“Informasi itu kami selidiki dan kembangkan, alhasil kami berhasil menangkap dua tersangka yakni Ridho dan Romli di lokasi berbeda. Saat ditangkap, keduanya usai melakukan aksi penjambretan terhadap korban seorang wanita berinisial NY diwilayah Sukabumi, Bandarlampung,”kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya kepada wartawan, Minggu (21/6).

Menurut Dery, selain melakukan penjambretan di wilayah Sukabumi, Bandarlampung, tersangka Ridho dan Romli juga merupakan pelaku penjambretan di depan Kampus IAIN Radin Intan di Jalan Let Kol Edro Suratmin, Sukarame, Bandarlampung. Korbannya berinisial Is warga Jagabaya, Bandarlampung pada beberapa hari yang lalu. Pada saat kejadian, korban sempat terjatuh dari sepeda motornya karena tarikan paksa dari kedua tersangka.

“Keduanya berhasil menggondol tas milik korban yang didalamnya beirisi uang tunai Rp 2,6 juta dan Handphone. Namun uang dan barang berharga milik korban, sudah habis dipakai dan dijual untuk berpoya-poya oleh tersangka,”ujarnya.

Dery menjelaskan, kedua tersangka merupakan spesialis jambret yang kerap melakukan aksinya di Kota Bandarlampung. Dalam beraksi, keduanya mengaku sengaja merencanakan penjambretan dan memilih target korbannya pengendara motor wanita. Ketika beraksi dua bandit spesialis jambret ini, tidak segan-segan mengancam dan melukai korbannya jika melawan.
Modusnya, sambung Dery, kedua tersangka menggunakan sepeda motor dengan berboncengan. Mereka berkeliling mengintai para korbannya yang terlihat membawa tas. Setelah menemukan sasaran, keduanya langsung memepet kendaraan korban dan merampas tas milik korban dan melarikan diri.

“Meski masih berusia muda, tersangka Ridho dan Romli tidak hanya sekali melakukan aksi penjambretan. Menurut pengakuannya, baru dua kali melakukan penjambretan di wilayah Kota Bandarlampung. Namun dari hasil penyelidikan ada sekitar lima TKP, bahkan lebih aksi penjambretan yang sudah dilakukannya di tempat-tempat berbeda di Kota Bandarlampung,”terangnya.

Tersangka Ridho  membantah bahwa dirinya mengaku baru dua melakukan penjambretan di Kota Bandarlampung. Pertama ia melakukannya di depan kampus IAIN Radin Intan bersama rekannya berinisial M, dan yang kedua kalianya di daerah Sukabumi bersama Romi.

“Saat menjambret di Depan IAIN Radin Intan, saya dan M berhasil mendapat uang sebesar Rp 2,6 juta dan satu buah hanphone dan uangnya sudah habiskan saya gunakan untuk poya-poya. Sewaktu sama Romi menjambret di daerah sukabumi, hanya dapat tas yang isi di dalamnya celana dalam milik korban,”ungkapnya.

Sementara tersangka Romi, mengaku baru sekali melakukan penjambretan. “Itupun karena saya diajak dengan Ridho,”tuturnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara