Beranda Hukum Kriminal Dua Remaja Penjambret di Jl. Ahmad Yani Bandarlampung Diringkus Polisi

Dua Remaja Penjambret di Jl. Ahmad Yani Bandarlampung Diringkus Polisi

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Tersangka Toni saat memperagakan cara dia menjambret korbannya, saat ekspose kasus di Polresta Bandarlampung, Jumat (26/6/2015).

BANDARLAMPUNG – Dua remaja pelaku penjambretan, Toni Saputra (18) dan Setiawan (18) keduanya warga Pengajaran, Telukbetung Utara, Bandarlampung ditangkap petugas Satuan Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung di Jalan Pangeran Emir M Noor, Bandarlampung, Kamis (25/6) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat melakukan aksinya, keduanya berpura-pura sedang

Polisi menangkap keduanya usai menjambret tas milik Zen Retno (26) seorang mahasiswi warga Desa Braja Sakti, Way Jepara, Lampung Timur ketika sedang melintas di Jalan Ahmad Yani, Bandarlampung.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, kedua tersangka ditangkap setelah melakukan aksi pencurian penjambretan di Jalan Ahmad Yani, Tanjungkarang Pusat terhadap korban Zen Retno seorang mahasiswi.

“Keduanya tertangkap karena korban Zen Retno berteriak saat tasnya di jambret, Dua remaja yang baru saja lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA) ini kini ditahan di sel Mapolresta,”kata Dery kepada wartawan, Sabtu (26/6).

Dery menuturkan, kejadian berawal saat korban sedang melintas di jalan Ahmad Yani, Tanjungkarang Pusat. Kedua tersangka mengendarai sepeda motor Honda Beat, memepet motor yang dikendarai korban Zen. Salah satu tersangka, Setiawan langsung merampas tas yang disandang oleh korban dan membawa kabur barang milik korban.

Korban berteriak minta tolong, teriakan korban mengundang pengguna jalan lain dan warga setempat. Warga berusaha mengejar tersangka, tak lama kemudian dijalan tersebut ada anggota Reskrim yang sedang patroli, saat itu juga petugas langsung melakukan pengejaran.

“Kedua tersangka, ditangkap petugas di Jalan Pangeran Emir M Noor. Dari tangan mereka, petugas menyita tas milik korban yang baru saja dirampas didalamnya berisi satu buah Handphone merk Samsung galaxy, satu buah kalung dan uang tunai Rp 104 ribu. Petugas juga menyita sepeda motor Honda Beat BE 5779 RX yang digunakan kedua tersangka,”ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan keduanya, Dery menjelaskan, bahwa kedua tersangka sudah sering kali melakukan aksi pencurian dengan modus penjambretan sejak tahun 2013 silam. Yang menjadi korban penjambretan kedua tersangka, rata-rata perempuan yang menyandang tas saat sedang mengendarai motor.

Barang-barang hasil kejahatan, sudah dijual kedua tersangka dan uangnya digunakan untuk berfoya-foya dan kebutuhan sehari-hari. Terakhir, keduanya merampas tas milik Zen Retno seorang Mahasiswi asal Way Jepara, Lampung Timur.

“Ya kalau ngakunya baru sekali menjambret. Dugaan sementara, bahwa tersangka Toni dan Setiawan ini melakukan aksi serupa di tujuh lokasi TKP. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan, petugas masih melakukan pengembangan untuk mengungkap TKP lain,”jelasnya.

Tersangka Toni Saputra mengaku,  sebelum menjambret dia dan Setiawan berkeliling terlebih dahulu menggunakan sepeda motor Honda Beat miliknya sembari ngabuburit dan mencari calon target korbannya. Sasaran korbannya adalah, seorang wanita yang membawa tas dan mengendarai sepeda motor sendirian.

“Saat mau menjambret, saya dan Setiawan sambil nyore nunggu waktu maghrib keliling Kota Bandarlampung menggunakan sepeda motor cari korban untuk dijambret,”ungkapnya.

Menurut keduanya, jika berhasil menjambret uangnya akan digunakan untuk beli handpone, main play station (PS) dan buat foya-foya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan Pasal 365 KUHPidana tentang pencurian dengan kekerasan, ancaman hukuamn selama 12 tahun penjara.