Beranda Hukum Kriminal Dua Terduga Pelaku Pembunuhan di Depok Dibekuk di Jalintim Lampung Timur

Dua Terduga Pelaku Pembunuhan di Depok Dibekuk di Jalintim Lampung Timur

BERBAGI
Terduga pelaku pembunuhan di Depok, Jawa Barat, ditangkap petugas PJR Lalu Lintas Polda Lampung di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera di wilayah Lampung Timur, Minggu (2/10/2016).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Petugas Patroli Jalan Raya (PRJ) Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung menangkap dua orang terduga pelaku pembunuhan yang terjadi di Depok, Jawa Barat. Polisi menangkap keduanya, saat mengendarai mobil Avanza warna putih B 2963 TFT melintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Lampung Timur, pada Minggu (2/10/2016) pagi.

Dari kedua pelaku yang ditangkap tersebut, salah satu pelaku bernama Anton Hardianto (52) warga Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung, Kombes Pol Prahoro Tri Wahyono saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan, adanya penangkapan terduga pelaku pembunuhan di Depok, Jawa Barat. Petugas menangkap kedua pelaku, saat melintas Jalintim, Lampung Timur, pada Minggu (2/10/2016) pagi.

“Ya benar tadi pagi anggot PJR menangkap pelaku yang kita duga sebagai pelaku pembunuhan yang terjadi di Depok,”kata Prahoro kepada teraslampung.com, Minggu (2/10/2016) malam.

Menurutnya, pelaku yang diamankan bernama Anton, diduga terlibat pembunuhan terhadap dua orang korbannya meninggal dunia.

Prahoro mengutarakan, terungkapnya penangkan pelaku Anton tersebut, merupakan hasil kordinasi antara Polres Depok, Jawa Barat dengan Polda Lampung. Informasi tersebut menyebutkan, bahwa ada terduga pembunuhan dari Depok yang berusaha kabur melarikan diri menuju ke Lampung.

“Ciri-ciri informasi yang disebutkan adalah, pelaku mengendarai mobil Avanza warna putih dengan plat nomor polisi B 2963 TFT,”ujarnya.

Selain itu juga, kata Prahoro, ada ciri khusus yang ada di mobil tersebut. Yakni terpasang sticker di tengah kaca belakang mobil, dengan bertuliskan ‘Ojo Dumeh’.

Mendapat informasi tersebut, Prahoro langsung memerintahkan seluruh jajaran lalu lintas melakukan patroli mencari keberadaan ciri-ciri yang dimaksudnya di setiap jalan lintas di Lampung.

“Saat dalam pencarian, mobil itu terdeteksi berada di Pelabuhan Merak, Banten pada Minggu (2/10/2016) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB,”ucapnya.

Setelah dua jam lebih kemudian, melalui pelacakan sinyal ponsel pelaku. Mobil tersebut sudah berada di Pelabuhan Bakauheni, Prahoro meminta petugas untuk terus melakukan patroli mencari mobil itu di sepanjang jalan lintas sumatera (Jalinsum).

“Sekitar pukul 08.40 WIB, petugas melihat mobil tersebut sedang melintas di simpang Lapas Menggala, Tulangbawang,”ungkapnya.

Saat itu juga, petugas melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut, hingga memasuki di wilayah Lampung Timur hingga akhirnya petugas dapat menghentikan dan menangkapnya.

“Saat dihentikan, ada dua orang di dalamnya. Saat digeledah, ditemukan beberapa senjata tajam dan KTP,”terangnya.

Dikatakannya, guna penyelidikan lebih lanjut, kedua terduga pelaku dan barang bukti, satu unit mobil diduga milik korban dan senjata tajam diserahkan di Mapolres Lampung Timur.

“Setelah diperiksa, selanjutnya petugas membawa pelaku ke Polres Depok untuk dilakukan proses penyidikan,”jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Petugas Polres Depok, menemukan mayat pria yang masih mengeluarkan darah dari mulutnya di parit Jl Pertanian Raya, RT 05/04, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, pada Sabtu (1/10) lalu.

Mayat pria yang ditemukan itu, diperkirakan berusia 35 tahun, tinggi badan sekitar 167 cm dan berambut pendek lurus. Saat ditemukan, korban mengenakan baju bermotif garis warna coklat tua dan celana denim warna buru.

Kemudian mayat kedua, ditemukan di Kali Kopo, Jl Makan Kopo, Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok. Mayat yang ditemukan, diperkirakan berusia 30 tahun.

Mayat tanpa identitas tersebut, memiliki ciri berkulit sawo matang, berambut gondrong, lalu memakai kemeja warna abu tua dan celana denim biru.

Berdasarkan hasil identifikasi dan penyelidikan petugas, kedua mayat yang ditemukan di dua tempat tersebut diduga menjadi korban pembunuhan. Dugaan pelaku pembunuhan, membawa lari mobil Avanza warna putih B 2963 TFT milik korban.