BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Keributan antarsaudara yang terjadi di Kafe ‘Mami Bor’ di Jalan Ir. Sutami Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi, Bandarlampung di dekat Pos PJR Panjang, Minggu malam (9/10/2016) lalu sekitar pukul 19.30 WIB menyebabkan Heruli Sandi (30) tewas bersimbah darah. Heruli tewas di lokasi kejadian dengan sejumlah luka bacokan senjata tajam di tubuhnya, setelah duel dengan saudara iparnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Teraslampung.com, Ruli tewas setelah mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian punggung, siku kiri, paha kiri, dan di bawah ketiak setelah berduel dengan Dede Kurniawan (41) dan Nana Priatna alis Adul (31). Dede dan Nana merupakan kakak beradik yang masih terhitung sebagai saudara ipar Ruli.

Korban tewas, Heruli Sandi (30) adalah warga Kampung Jatirahayu, Kelurahan Way laga, Kecamatan Sukabumi Bandarlampung. Saudara ipar Heruli, yakni Dede Kurniawan, juga tinggal di warga Kampung Jatirahayu, Kelurahan Way laga kec. Sukabumi Bandar Lampung.

Sedangkan Nana Priatna alias Adul (31) adalah warga Jalan Ir. Sutami, Kelurahan Kali Asin, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Dalam perkelahian tersebut Dede dan Nana mengalami luka sabetan senjata tajam. Dedeluka di lengan kiri dan bagian punggung, sedangkan Nana mengalami luka di punggung, tangan kanan dan jari hingga uratnya putus.

BACA: Mabuk Berat dan Senggolan saat Berjoget, Ruli Tewas Ditikam Dua Saudara Iparnya di Kafe

Selain keduanya, ada juga korban lain bernama Asep suhawan (28), warga Kampung Jatirahayu, Kelurahan Way laga kec. Sukabumi Bandar Lampung.. Asep menderita luka tusuk di bagian perut. Saat ini mereka masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Advent, Bandarlampung

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Deden Heksaputra, membenarkan adanya kejadian perkelahian di salah satu kafe di wilayah Panjang. Akibat dari kejadian tersebut, satu orang korban bernama Ruli tewas mengalami beberapa luka sabetan senjata tajam. Sedangkan tiga lainnya, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit.

“Ya benar, satu orang korban bernama Ruli meninggal dunia terkena sabetan senjata tajam,”kata Deden saat ditemui di kantornya, Selasa (11/10/2016) sore.

Menurutnya, pihaknya pendapatkan laporan kejadian itu, tidak lama berselang setelah kejadian. Saat itu juga, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP serta meminta keterangan saksi. Dari lokasi kejadian, polisi menyita sebilah badik.

“Perkelahian mereka yang masih ada ikatan saudara ini, dugaannya karena dipicu dendam lama antara pelaku dan korban. Untuk mengetahui pasti penyebab kejadian itu, kasusnya masih dalam penyelidikan,”katanya.

LEAVE A REPLY