Beranda News Nasional Dugaan Keterlibatan Oknum Pegawai Masih Ditelusuri, 133 WNI yang Ditahan di Filipina...

Dugaan Keterlibatan Oknum Pegawai Masih Ditelusuri, 133 WNI yang Ditahan di Filipina Dipindah ke Kedubes RI

BERBAGI
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin (Foto: teraslampung.com/Mas Alina Arifin)

TERASLAMPUNG.COM — Kasus penahanan 177 calon jamaah haji Indonesia di Filipina karena memakai paspoir Filipina menjadi perhatian serius Kementerian Agama. Sesaat setelah kabar itu beredar, Kemenag langsung menyelidiki biro perjalanan yang memberangkatkan ratusan calon jamaah haji Indonesia itu. Kemenag masih menelusuri dugaaan keterlibatan oknum Kemenag dalam kasus tersebut.

“Sejak munculnya berita ada dugaan pegawai Kemenag di daerah yang ikut membantu proses itu, kita melakukan verifikasi, identifikasi, dan penyelidikan,” kata Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, di sela-sela  acara resepsi HUT ke-22 Aliansi Jurnalis Independen (AJI), di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Jumat (26/8/2016).

Menteri Lukman Hakim Saifudin mengatakan pihaknya masih harus menunggu dua hingga tiga hari ke depan untuk memperoleh kepastian ada tidaknya keterlibatan oknum Kemenag tersebut.

“(Akan) Kami tunggu dalam dua sampai tiga hari ke depan, sampai kemudian kami betul-betul punya data yang akurat menyangkut pegawai Kementerian Agama atau tidak,” ujar Lukman.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan 138 dari 177 WNI  yang tertangkap pihak otoritas setempat akan berangkat menunaikan ibadah haji dengan menggunakan paspor Filipina, sejak Jumat (26/8) pukul 00.03 dinihari telah dipindahkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila.

Menurut Kemenlu, pemindahan ke-138 WNI itu dilakukan sejak Kamis (25/8) malam dan selesai pada Jumat (26/8) sekitar pukul 00.03 dinihari.

“Sebagian besar dari 177 WNI yg berada di detensi imigrasi Filipina malam ini mulai dipindahkan ke fasilitas KBRI. 138 dari 177 WNI tiba di KBRI Manila sekitar pukul 00.03 dini hari,” bunyi ciutan Kemlu RI melalui akun twitternya Portal_Kemlu_RI pada Jumat (26/8) pagi.