Beranda News Dugaan Malapraktik, Polda Lampung Autopsi Jenazah Bramanto

Dugaan Malapraktik, Polda Lampung Autopsi Jenazah Bramanto

Kombes Pol Dicky Patria Negara
Share Thiis
Share On Facebook
Share On Twitter
Share On Google Plus
Share On Linkedin
Share On Pinterest
Share On Youtube

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Lampung Kombes Pol Dicky Patria Negara mengatakan, pihaknya melakukan autopsi terhadap jenazah Bramanto, sebagai langkah awal untuk mencari pentunjuk mengenai meninggalnya korban di Rumah Sakit Bumi Waras (RSBW) saat melakukan cuci darah.

“Autopsi ini kami lakukan, untuk mencari petunjuk meninggalnya korban Bramanto pasien cuci darah,”kata Dicky, Rabu (19/10/2016).

Menurut Dicky, hasil autopsi akan dijadikan sebagai petunjuk untuk mengungkap  penyebab meninggalnya Bramanto saat cuci darah di Rumah Sakit Bumi Waras.

Selain itu, kata Dicky, pihaknya akan memeriksa para saksi terkait meninggalnya  korban. Di antara saksi itu adalah para pasien yang saat itu melakukan cuci darah bersamaan dengan korban Bramanto.

“Saat itu kan ada 10 pasien yang cuci darah bersama Bramanto, tapi hanya ada satu pasien saja yang meninggal dunia yakni Bramanto,”ujarnya.

Dicky mengatakan, hasil dari olah TKP, pihaknya menemukan adanya langkah tindaklanjut. Selain memeriksa saksi pasien cuci darah, pihaknya juga akan memeriksa para ahli di bidang alat yang digunakan (mesin cuci darah), hingga tentang prosedur operasional standar (Standard Operasional Procedure/SOP) dan pengawasan Rumah Sakit Bumi Waras.

“Sampai saat ini, ada lima saksi yang sudah diperiksa. Kelima saksi itu, baik dari pihak RS Bumi Waras dan keluarga korban,”terangnya.

Dikatakannya, pemeriksaan saksi  akan terus berlanjut sebagai bahan penyelidikan untuk mengungkap kematian korban.

Sebelumnya, makam Bramanto di TPU Anugerah di Jalan Dr Warsito, Telukbetung Utara. dibongkar, Rabu (19/10/2016) sore. Pembongkaran makam dilakukan karena jenazah pengusaha yang juga awak Tanggamuz Rock Band itu akan diautopsi.

Bramanto meninggal dunia saat melakukan cuci darah di Rumah Sakit Bumi Waras (RSBW), pada Selasa (18/10/2016) pagi sekitar pukul 10.30 WIB.

Kakak korban, Enrico, mengatakan adiknya Bramanto meninggal dunia saat cuci darah di ruang di ruang Hemodialis RS BW. Saat Bramanto melakukan cuci darah mesin cuci darah mati akibat listrik padam. Begitu juga dengan UPS yang tersambung ke alat mesin cuci darah yang dipakai Bramanto. Dari 10 UPS yang dipakai oleh 10 pasien cuci darah, hanya UPS yang dipakai untuk mesin cuci darah Bramanto yang mati.

Akibat kejadian tersebut, kakak korban melaporkan kasus kematian adiknya ke Polda Lampung. Kasus tersebut, saat ini masih diselidiki oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung.

loading...