Beranda Hukum Kriminal Empat Begal-Rampok Asal Lampung Timur Dibekuk Polisi, Satu Tewas Ditembak

Empat Begal-Rampok Asal Lampung Timur Dibekuk Polisi, Satu Tewas Ditembak

BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com 

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edwar Syah Pernong saat gelar ekspos empat pelaku begal dan rampok asal Lampung Timur.

BANDARLAMPUNG-Tim Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, meringkus empat  komplotan  begal dan rampok di tiga tempat berbeda di wilayah Lampung Timur, pada Minggu (26/7). Sementara satu tersangka lainnya tewas ditembak.

Mereka sering beraksi di setiap Kabupaten di Lampung, bahkan antar lintas provinsi. Dari kelima pelaku yang ditangkap, salah satu pelaku tewas setelah diterjang peluru panas polisi karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Edwar Syah Pernong mengatakan, tersangka yang ditembak adalah Idris (32) warga Desa Negeri Agung, Kec. Gunung Pelindung, Lampung Timur. Nyawa tersangka tidak dapat tertolong lagi, karena terlalu banyak mengeluarkan darah akibat ditembus peluru panas yang bersarang di punggung dan kakinya.

“Tersangka Idris tewas ketika berada di Rumah Sakit karena kehabisan darah. Saat ditangkap dirumahnya, tersangka melawan dan mencoba menusuk anggota pakai sajam jenis pisau badik terpaksa anggota melepaskan tembakan,”kata Edwar kepada wartawan, Senin (27/7).

Dikatakannya, untuk keempat pelaku lainnya yang ditangkap adalah Saleh alias Geger (33), Kobrani (18), dan Zulkarnaen alias Sulboy (30). Ketiganya adalah warga Desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur. Satu tersangka lainnya adalah  penadah barang curian, Abu Hasan (41), warga Desa Negara Batin, Kec. Jabung, Lampung Timur.

Edwar mengutarakan, komplotan mereka ini terkenal sangat sadis saat menjalankan aksinya. Bahkan mereka tidak segan-segan untuk melukai korban dengan menembak dan menusuk korbannya, setidaknya dalam kurun waktu dua bulan ini sudah ada 27 TKP komplotan Idris Cs ini beraksi di daerah Gunung Pelindung, Lampung Timur.

“Berdasarkan catatan kepolisian, ada sekitar 37 TKP komplotan Idris Cs melakukan kejahatan di beberapa wilayah yang ada di lampung. Mereka beraksi tidak hanya di wilayah Lampung timur saja, melainkan beraksi di beberapa wilayah Kabupaten lainnya,”tuturnya.

Barang bukti yang disita dari para tersangka, lanjut Edwar, lima bilah senjata tajam pisau badik, satu buah obeng, dua buah proyektil, satu set kunci letter T, dua unit sepeda motor Suzuki satria dan Honda Beat, satu buah ponsel, satu buah baju dan sepasang sandal.

“Untuk barang bukti senjata api yang sering digunakan dengan para tersangka, belum dapat ditemukan. Karena senjata api itu masih berada di tangan tersangka lain yang belum tertangkap, ada enam tersangka yang masih buron. Mereka masing-masing berinisial WC, BD, STR, MKL, SBR dan SWN saat ini masih dalam pengejaran,”kata dia.

Jenderal bintang satu ini menjelaskan, maraknya pelaku curas atau begal di wilayah lampung Timur ini bukan lagi dikarenakan masalah ekonomi. Sekarang ini, penyebab dari banyaknya kasus begal adalah narkoba dan ini terbukti dari lima tersangka yang berhasil ditangkap di Gunung Pelindung, Lampung Timur.

“Dari hasil tes urinenya pun positif, para tersangka menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. Jadi mereka ini beraksi, selalu dalam pengaruh narkoba. Makanya mereka selalu bertindak kejam dan sadis terhadap para korbannya,”ungkapnya.

Menurutnya, hampir seluruh tersangka pencurian dengan kekerasan (curas) termasuk begal, melakukan tindakan kejahatan karena pengaruh narkoba. Dari hasil menjual barang curian, digunakan untuk membeli narkoba dan sekarang ini bukan lagi karena faktor ekonomi penyebabnya maraknya pelaku kejahatan curas ataupun begal.

Ditegaskannya, pihaknya akan menurunkan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum bekerjasama dengan Direktorat Reserse Narkoba untuk memberantas begal dan narkoba yang ada diwilayah lampung. Pihaknya tidak akan main-main dan serius untuk menanggulangi masalah curas yang dikonotasikan adalah pelaku begal.

“Pengungkapan ini tidak hanya sampai disini saja, pihaknya akan terus melakukan penindakan secara tegas para pelaku curas. Tidak hanya di wilayah Lampung timur saja. Tapi di wilayah lainnya seperti di wilayah Lampung Selatan, Lampung Tengah dan Lampung Utara. Untuk di Lampung Utara, sudah saya atensikan untuk melakukan pengungkapan-pengungkapan para pelaku curas,”tegasnya.

Ditambahkannya, hal ini dilakukan untuk menjaga kondusifitas wilayah yang telah dijaga oleh kegiatan operasi ketupat. Setelah operasi ketupat selesai, langkah selanjutnya tindakan kepolisian untuk melaksanakan giat yang harus lebih ditingkatkan lagi dan Ini adalah langkah-langkah dari Reserse Polda Lampung.

“Kami menginginkan agar masyarakat ini nyaman, tentram dan semua aktifitas masyarakat bisa berjalan sehingga kegiatan pembangunan pun bisa segera terwujud dan berjalan,”tandasnya.