Beranda Hukum Kriminal Empat Pencuri Bermodus Pecahkan Kaca Mobil Ditembak Polisi

Empat Pencuri Bermodus Pecahkan Kaca Mobil Ditembak Polisi

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Iustrasi

BANDARLAMPUNG-Tim khusus 308 Polresta Bandarlampung, menciduk empat dari enam pelaku spesialis pecah kaca mobil yang kerap beraksi di wilayah hukum Polresta Bandarlampung. Keempat tersangka, terpaksa ditembak karena melawan petugas saat akan ditangkap.

Mereka adalah Dedi Irawan (28) dan Andriansyah Putra (25), keduanya warga Bengkulu serta Fadli (29) dan Mario Kalu (25), keduanya warga Sumatera Selatan.

Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa dua unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX warna hitam bernomor polisi B 6963 CTI dan Suzuki Satria FU warna hitam B 6348 GRM serta satu buah kunci letter T dan pecahan busi.

Penangkapan terhadap keempatnya, dilakukan di Jalan Cut Mutia, Kecamatan Telukbetung Utara, Rabu (9/9) siang. Dimana, para pelaku tengah berkeliling mencari target atau sasaran yang akan menjadi korbannya. Akan tetapi, sebelum melakukan aksinya, para pelaku keburu diciduk petugas.

Kepala Polresta Bandar Lampung, Kombes Pol Hari Nugroho, mengatakan, tertangkapnya keempat tersangka itu, bermula saat anggotanya sedang melakukan patroli rutin. Sebab, kata dia, banyak aksi kejahatan pencurian dengan modus pecah kaca mobil.

“Kami tingkatkan patroli rutin. Para tersangka ini memang sudah masuk dalam target operasi (TO) kami,” jelasnya, Kamis (10/9).

Namun, lanjutnya, saat akan disergap petugas, para pelaku melakukan perlawanan aktif, sehingga terjadi kejar mengejar antara petugas dengan para pelaku.

“Anggota kami terpaksa melumpuhkannya dengan menembak kaki para tersangka itu. Namun, dua pelaku lainnya berhasil kabur,” kata dia.

Menurutnya, para pelaku ini merupakan komplotan pecah kaca jaringan antarprovinsi. Karena, para pelaku berasal dari luar wilayah Lampung.

Orang nomor satu di Polresta Bandarlampung ini menjelaskan, sebelum menjalankan aksinya, para pelaku tersebut menginap sisalah satu hotel di Bandarlampung untuk menyusun strategi.

“Yang menjadi target mereka adalah nasabah bank. Jadi peran mereka ini sudah dibagi-bagi, ada yang pura-pura masuk ke bank untuk melihat korbannya dan ada yang mengawasi keadaan sekitar,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan, sambungnya, para pelaku dalam satu hari bisa melakukan aksi lebih dari dua tempat.

“Selama sebulan ini, mereka sudah beraksi di 11 TKP di Bandarlampung. Mereka selalu berenam, jika satu orang tak berhasil maka digantikan rekan yang lain, begitu seterusnya hingga berhasil,” paparnya.

Setelah berhasil mendapatkan hasil curian, para pelaku melanjutkan aksinya keluar Lampung seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang, Bekasi (Jabodetabek) dan menginap dihotel berbintang.

“Uang dari hasil kejahatan digunakan untuk berfoya-foya dan membayar hotel,”tandasnya.