Beranda Ekbis Bisnis “Fire Chalcedony”, Batu Akik Andalan Kabupaten Way Kanan

“Fire Chalcedony”, Batu Akik Andalan Kabupaten Way Kanan

BERBAGI
Batu Anggur Api atau Fire Chalcedony dari Way Kanan (Foto Aan Frimadona Rosa)

Aan Frimadona Rosa/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Di antara batu akik yang dipamerkan di Mal Boemi Kedaton Bandarlampung, batu anggur api atau fire chalcedony termasuk salah satu yang menarik para pengunjung.  Batu endemik Way Kanan, Lampung, ini  banyak dicari dan diminati pencinta batu akik, terutama penggemar batu akik dari Lampung karena keunikannya. Keunikan tersebut adalah adanya semacam giwang bercahaya menyerupai lidah api,  Karena ada ‘lidah api’ itulah maka masyarakat Kabupaten Way Kanan  menamainya batu anggur lidah api.

Menurut Abdi Stiawan, PNS di Kecamatan Banjit ,Kabupaten Waykanan, yang juga penyuka batu akik, karena keelokan dan cahaya api itulah banyak masyarakat mencarinya, baik yang masih berbentuk bahan maupun yang telah jadi.

“Batu anggur api saat ini menjadi tren bagi masyarakat Way Kanan. Saya dalam kurun dua minggu ini telah mendapatkan beberapa kilogram bahan batu anggur api. Saya terpikat akan fenomena giwang yang memiliki lidah api,” ujar warga Kecamatan Baradatu Waykanan, Rabu (11/2).

Perburuan bahan anggur api bagi pecinta batu akik lanjutnya, sudah banyak yang memesan baik bahan maupun yang telah menjadi batu cincin disekitaran Kecamatan Baradatu khususnya ditempat-tempat pembuatan batu akik seputaran Baradatu.

Pada hari ini Senin (9/2) menjadi momentum bagi pencinta batu anggur api dengan dilaunchingkan menjadi salah satu batu yang memiliki daya pikat tersendiri, Batu yang unik ini berasal dari Way Kanan diluncurkan di Mal Boemi Kedaton Kota Bandarlampung, dengan tagline “Jangan bilang dari Lampung kalau belum punya batu anggur api”.  Pada peluncuran batu anggur api itu pula menjadi rangkaian pameran batu mulia selama tujuh hari, 9-15 Februari 2015.

Animo masyarakat yang menyukai batu akik anggur api menjadikan dampak yang positif dalam menyalurkan hobi. Juga  membuka kesempatan lapangan pekerjaan bagi masyrakat Kabupaten Waykanan. Tumbuhnya lapak penyalur bahan batu akik dan pembuatan batu akik disadari menumbuhkan unit usaha ekonomi kreatif di daerah tersebut.

Rapik,pengrajin batu akik di Kampung Tiuh Balak,  Kecamatan Baradatu Kabupaten Waykanan merasakan dampak dari tren perburuan batu akik anggur api,

“Banyak yang singgah di warung batu saya untuk mencari bahan batu anggur api bahkan setiap hari saya membuat batu akik anggur api antara 10-20 batu yang setiap jadinya,”ungkap Rapik disela-sela mengasah batu akik di jalan Lintas Sumatra Kampung Tiuh Balak Kecamatan Baradatu Kabupaten Waykanan.

Dalam setiap pembuatan  batu anggur api dari bahan menjadi batu jadi penyuka batu akik mengganti dengan biaya Rp 20 ribu sampai dengan Rp 25 ribu.

Batu anggur api yang memiliki tingkat kekerasan 6-7 skala mohs sebagaimana batu jenis chalcedony lainnya itu dihargai kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 2 jutaan bahkan lebih mahal lagi tergantung daya unik dan gewang apinya.

Selain itu anggur api memiliki berbagai jenis varian warna fire chalcedony terang Candra yang juga pembuat batu akik di Baradatu, Dia melanjutkan jenis anggur api cukup beragam, “Ada yang clear atau bening , milky atau susu, kuning, oranye, sunkist, light yellow, light orange, orson atau antara kuning dan merah, kemudian merah kekuning-kuningan, merah, light purple dan light grey, Saya telah membuatnya,” jelas Candra lagi yang juga pengrajin batu aki .

Menurut Candra batu anggur api terdapat di sejumlah sungai di Waykanan . Antara lain adalah di Sungai Way Umpu.

Selain anggur api, di Way Kanan juga terdapat banyak batu fosil kayu, batu jenis teratai atau sarang tawon, batu aren, batu lumut, dan panca warna.

Candra mengungkapkan, meski sudah ada beberapa orang yang melakukan eksplorasi, tetapi batu anggur api Way Kanan masih aman. Artinya, belum dieksplorasi. Meski begitu, kata Candra, di luar Way Kanan sudah banyak beredar batu jenis itu .

“Bahannya diyakini para pencinta batu akik Waykanan berasal dari daerah Bumi Petani (Way Kanan),” kata  Candra.

Menurut Candra, fire chalcedony atau batu anggur api tidak memiliki tingkat kesulitan berarti dalam pengolahannya, “Asal kita sudah biasa mengolah batu akik, pasti bisa mengolah  jenis anggur api,” katanya.

Baca Selengkapnya: Informasi Batu Akik