Beranda Hukum Korupsi Gelapkan Uang Rp 2,263 Miliar Pegawai Bank Mandiri Syariah Ditahan Polisi

Gelapkan Uang Rp 2,263 Miliar Pegawai Bank Mandiri Syariah Ditahan Polisi

BERBAGI
Kapolres Lampung Barat, AKBP Andy Kemala didampingi Kasat Reskrim AKP Haidirsyah tunjukkan barang bukti yang disita dari tersangka Yogi saat ekspos di Mapolres Lampung Barat.

Zainal Asikin|teraslampung.com

LAMPUNG BARAT–Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Lampung Barat, meringkus pegawai Bank Mandiri syariah cabang liwa bernama Yogi Andriyas (30) sebagai tersangka penggelapan dana tabungan nasabah dan dana operasional kantor tempat tersangka bekerja senilai 2,263 miliar. Polisi meringkus tersangka di rumahnya di Jalan Tupai, Gang Aren, Kelurahan Sukamenanti, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung, pada Senin (5/9/2016).

Kapolres Lampung Barat, AKBP Andy Kemala mengatakan, penangkapan tersangka berdasarkan atas nomor laporan polisi LP/165/IV/2016/Polda Lampung/Res Lambar/SPKT tertanggal 26 April 2016 dengan pelapor Kepala Bank Syariah Mandiri. Berdasarkan laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan dan penangkapan.

“Petugas menangkap tersangka Yogi di rumahnya, tersangka adalah sebagai operator officer (wakil kepala bank BSM cabang Liwa),”ujar Andy didampingi Kasat Reskrim AKP Haidirsyah saat ekspos di Mapolres Lampung Barat, Selasa (6/9/2016).

Dikatakannya, dari penangkapan tersangka, petugas menyita barang bukti berupa bukti mutasi rekening tersangka, mutasi rekening para nasabah ke mutasi rekening dana bank, mutasi rekening perantara, buku tabungan tersangka dan perantara dan sarana treding jual beli mata uang asing dan commudity.

“Dari rumah tersangka, disita juga satu unit mobil Honda Jazz yang dibeli tersangka dari hasil kejahatan, dua unit ponsel, ATM dan kartu kredit,”ujarnya.

Andy mengutarakan, selama dalam kurun waktu satu tahun (8 Mei 2015 hingga 4 April 2016), tersangka Yogi telah melakukan penarikan dana nasabah haji, tabungan BSM dan tabungan giro dengan total Rp 2,263 miliar.

“Pada April 2016, tersangka Yogi telah mengganti dana nasabah tersebut dan menggunakan dana operasional dilakukan audit internal,”ucapnya.

Dikatakannya, jumlah tabungan nasabah yang digelapkan tersangka Yogi, seperti tabungan haji senilai Rp 870 juta, tabungan giro senilai Rp 2,855 miliar dan tabungan BSM senilai Rp 1,523 miliar. Dengan total kerugian pada dana bank general legger tersebut, senilai Rp 2,263 miliar.

“Modusnya, tersangka Yogi memiliki user atau pasword sebagai otoritas dan mengetahui user atau pasword milik rekannya. Dari itulah, tersangka dapat melakukan transaksi untuk memindahkan dana nasabah,”terangnya.

Tersangka pertama kali memiliki data nasabah yang akan di debet atau menjadi target, setelah itu tersangka menggunakan sistem core banking (temenos) pemindahan tersebut.

“Karena memiliki user dan pasword itulah, Yogi dapat menarik dan memindahkan dana milik nasabah yang ada di tabungan tanpa diketahui nasabahnya,”pungkasnya.

Dikatakannya, tersangka bersama barang bukti, saat ini diamankan di Mapolres Lampung Barat guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Akibat perbuatannya, tersangka Yogi Andriyas dijerat Pasal 63, Pasal 66 ayat (2) UU RI No. 21 tahun 2008 tentang perbankan dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.