Beranda Hukum Kriminal Hamili Pacarnya, Pelajar SMA Ditangkap Polisi

Hamili Pacarnya, Pelajar SMA Ditangkap Polisi

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Kapolsekta Kedaton, Komisaris Handak Prakasa Qalbi saat gelar ekspos dua pelaku pencabulan terhadap anak dibawah umur dengan tersangka DP (17) dan tersangka AA (21)

BANDARLAMPUNG – DP (17), pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bandarlampung,  ditangkap petugas Polsekta Kedaton di rumahnya, Rabu (5/8) sekitar pukul 15.00 WIB karenatelah mencabuli pacarnya.

Kapolsekta Kedaton Komisaris Handak Prakasa Qalbi mengatakan, tersangka ditangkap atas dasar laporan dari orang tua korban yang melaporkan bahwa anaknya Mawar (16) telah menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh tersangka berinisial DP yang masih berstatus pelajar. Dalam laporan tersebut, tersangka mencabuli korban Mawar sebanyak tiga kali dan akibatnya korban hamil lima bulan.

“Orang tua korban mengetahui anaknya hamil, tidak terima dengan perbuatan yang dilakukan DP. Orang tua korban melaporkan DP ke Polisi, setelah mendapat laporan itu kami langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka DP saat sedang berada dirumahnya. Tersangka dan korban ini sama-sama pelajar SMA, tapi keduanya beda sekolah,”kata Handak kepada wartawan, Kamis (6/8).

Selain tersangka DP, Polsek Kedaton juga menangkap tersangka kasus lain berinisal AA (21), di rumahnya di daerah Tanjung Seneng, Bandarlampung. Tersangka AA ditangkap karena telah melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur berinisial AS (13) yang masih berstatus pelajar.

“Setelah dicabuli dengan tersangka, korban merasakan sakit pada bagian kemaluannya sehingga korban melaporkan kejadian itu kepada kedua orangtuanya dan langsung melaporkannya ke polisi. Dari laporan orang tua korban, tersangka AA kami tangkap,”tuturnya.

Handak menjelaskan, sebelum tersangka mencabuli korban AS yang masih berusia 13 tahun dan berstatus pelajar. Tersangka AA awalnya mengajak berkenalan dengan korban melalui media sosial Facebook, setelah berkenalan tersangka memperdaya korban untuk dijadikan pacarnya.

“Jadi setelah korban ini diperdaya untuk dijadikan sebagai pacar dengan tersangka, kesempatan inilah yang dimanfaat tersangka AA agar korban bisa dicabuli dengan tersangka. Kalau pengakuanya, tersangka mencabuli korban tidak diiming-imingi apa-apa. Tapi tersangka merayu dengan alasan akan dijadikan pacar, agar korban bisa dicabuli,”terangnya.

Tersangka DP  mengakui perbuatannya yang telah menggahi Mawar hingga hamil lima bulan. Menurut dirinya, perbuatan cabul tersebut ia lakukan atas dasar suka sama suka, karena ia dan korban berpacaran yang sudah dijalinnya selama tiga tahun.

“Saya sama korban memang berpacaran, saya memang merayunya agar mau untuk diajak berhubungan intim. Selama pacaran dengan dia (korban), saya melakukan hubungan intim itu sebanyak tiga kali. Pertama pada malam tahun baru 2015 di rumah kosong, lalu kedua dan ketiganya saya melakukannya dirumah saya sendiri. Pada saat itu kondisi rumah sepi, orang tua saya sedang tidak ada di rumah,”ungkapnya.

Akibat dari perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI No. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.