Beranda Ruwa Jurai Pringsewu Hari Santri, PC NU Pringsewu Instruksikan Pemasangan Bendera

Hari Santri, PC NU Pringsewu Instruksikan Pemasangan Bendera

BERBAGI

Pringsewu, Teraslampung.com–Wujud memeriahkan sekaligus menyambut Hari Santri yang sudah ditetapkan Presiden dengan Keppres Nomor 22 Tahun 2015 dan jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya, PCNU Kabupaten Pringsewu menginstruksikan kepada seluruh warga dan pengurus NU, badan otonom, lembaga, pondok pesantren di seluruh tingkatan untuk memasang Sang Saka Merah Putih.

Pemasangan Bendera Merah Putih juga di meriahkan dengan pemasangan bendera NU, badan otonom,lembaga, umbul umbul , serta spandul ucapan selamat Hari Santri di sepanjang jalan di Kabupaten Pringsewu.

Menurut Ketua Tanfidziyyah PCNU Pringsewu H. Taufiqurrohim, M.Pd.I, pemasangan bendera-bendera tersebut dimulai pada tanggal 21 sampai dengan 23 Oktober 2015.

“Seperti kita ketahui Alhamdulillah Presiden Jokowi telah menandatangani Keppres mengenai Hari Santri pada 15 Oktober 2015 lalu . Sebagai wujud syukur, selain pemasangan bendera kita juga sudah merancang berbagai macam kegiatan kegiatan berbasis santri, ” jelasnya.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan bakti sosial dan donor darah di beberapa pondok pesantren yang akan menggandeng Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama ( LKNU ) Pusat. Kegiatan lain yang sedang dipersiapkan adalah Pelatihan Falakiyah bagi para santri pondok pesantren.

“Dalam pelatihan falakiyah ini para santri akan diberikan teori dan praktek bagaimana mengukur arah kiblat, menghitung jadwal waktu shalat dan hal hal lain yang berkaitan dengan ilmu falaq ” jelasnya.

Puncak kegiatan akan dilaksanakan acara Pringsewu Bershalawat yang akan dipusatkan di Gedung NU Kabupaten Pringsewu. “Pada kegiatan tersebut kami akan mendatangkan grup shalawat yang ada di Pondok Pondok pesantren untuk berkolaborasi mengumandangkan shalawat bersama, ” jelasnya.

Kegiatan Pringsewu Bershalawat juga akan dirangkai dengan Pelantikan Rijalul Ansor Kabupaten Pringsewu dan santunan bagi anak yatim dan para dhuafa.

Muhammad Faizin