Beranda News Nasional Heboh Tokoh Sastra: Seandainya Denny J.A. Sedikit Lebih Sabar

Heboh Tokoh Sastra: Seandainya Denny J.A. Sedikit Lebih Sabar

BERBAGI
Monica Anggi Puspita (Dok pribadi Monica)

Oyos Saroso H.N.

Seandainya nama Denny J.A. tidak masuk dalam buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh barangkali dunia sastra Indonesia tidak seheboh sekarang.

Denny J.A. kemungkinan besar akan mendapatkan apresiasi yang baik—tanpa melalui upaya pemasifan dengan menggencarkan pola pemasaran—dan diterima oleh kalangan sastrawan Indonesia. Denny pun, bisa jadi, suatu saat akan benar-benar menjadi tokoh sastra berpengaruh di Indonesia.

Peluang Denny J.A.untuk bisa diterima secara ‘alami’ sebagai sastrawan atau setidaknya ‘penulis puisi esai’ sudah tampak, misalnya, dengan banyaknya pelaku sastra Indonesia mau terlibat dalam kerja-kerja Denny untuk memasyarakatkan karyanya yang diklaim sebagai puisi esai itu. Sejumlah penyair senior mau memberikan komentar untuk buku barunya (artinya mereka melegitimasi Denny JA sebagai penyair yang melahirkan puisi esai–OSHN). Beberapa penulis karya sastra yang lebih muda pun banyak yang mendukung Denny.

Bahkan, di Yogya—kota pertama kali ada sastrawan berteriak lantang ketika nama Denny masuk dalam buku 33 Tokoh Sastrawan Indonesia Paling Berpengaruh—pada tahun lalu nama Denny JA sudah mulai dikenal sebagai penulis puisi esai yang diperhitungkan. Selain (mungkin) karena buku puisi esainya yang baru diluncurkan, pada 18-19 Januari 2013 ada pementasan teater monolog (panitia menyebutnya sebagai monoplay) cukup meriah di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta dengan naskah berjudul “Bunga Kering Perpisahan”. Naskah  tersebut ditulis Monica Anggi Puspita (mahasiswa dari Jakarta) dan dimainkan oleh artis Olivia Zalianty.

Menurut www.gudeg.net (18 Januari 2013), gadis itu menulis naskah drama setelah terinspirasi puisi-esai Denny JA.Dengan judul “Ketua Senat yang Hobi Nulis Naskah”, www.gudeg.net menulis teras berita seperti ini: Menjadi penulis naskah termuda di Teater Monoplay membuat Monica Anggi Puspita merasa terhormat. Itu karena karyanya  bersanding dengan penulis naskah senior seperti Indra Tranggono, Isti Nugroho, Simon Hate, Toto Raharjo dan Denny JA yang mengembangkan puisi esai dan kemudian digarap menjadi aneka pertunjukan baik film pendek maupun teater.

Di bawah teras berita, www.gudeg.net menulis: “Inovasi semacam ini membuat Monica bersemangat menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk membuat naskah teater bedasarkan buku karya Denny J.A. berjudul Atas Nama Cinta. Naskah ini saya buat bedasarkan puisi esai karangan beliau (Denny J.A),” kata Monica.

Dari berita-berita media online publik akan mudah tahu tahu bahwa pementasan naskah teater yang ‘terinspirasi’ oleh buku puisi-esai karya Denny JA sukses. Setidaknya, banyak penontonnnya dan mendapatkan liputan yang memadai di media massa. Beberapa seniman juga menulis ulasan pementasan itu di media online dan blog. Penulis karya sastra Odi Shalahuddin, misalnya, menulis ulasan pementasan yang lumayan panjang di blog www.odishalahudin.wordpress.com.

Ketika buku 33 Tokoh Sastrawan Indonesia Paling Berpengaruh terbit dan masuknya nama Denny menjadi polemik, aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) yang baru menerbitkan buku puisi-esai Imaji Cinta Halima (12 November 2013) Novriantoni Kahar, pun menulis ‘semacam’ pembelaaan untuk Denny di www.inspirasi.co. Tulisan Novriantoni tersebut tak lama kemudian dihapus dari www.inspirasi.co, tetapi sempat diselamatkan redaksi www.teraslampung.com.

Sedikit fakta itu setidaknya bisa memberi gambaran bahwa Denny J.A. juga memiliki pendukung di dunia sastra Indonesia. Meskipun ia melakukan ‘penggemparan’—meminjam istilah Afrizal Malna—tetapi gaungnya mungkin tidak akan sedahsyat ketika namanya masuk dalam buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh. Mungkin sebuah kebetulan atau memang sudah dirancang sebelumnya, peluncuran buku yang menghebohkan tersebut bertepatan dengan ulang tahun ke-51 pria asal Palembang bernama asli Denny Januar Ali itu.

Sumber data:

1. http://gudeg.net/id/news/2013/01/7321/Ketua-Senat-yang-Hobi-Nulis-Naskah.html#.Ut4ReLSyTIU

2. http://www.extratravel.co.id/component/content/article/3-jogja-events/185-olivia-zalianty-bermain-monoplay-di-jogja.html
3. http://odishalahuddin.wordpress.com/2013/01/22/membangkitkan-sejarah-yang-ditenggelamkan-untuk-melawan-lupa/