Beranda Seni “Homo Habilis” Jadi Tema “Jogja International Miniprint Biennale” 2016

“Homo Habilis” Jadi Tema “Jogja International Miniprint Biennale” 2016

BERBAGI

TERASLAMPUNG.COM– Untuk kedua kalinya, Jogja International Miniprint Biennale (JIMB) dihelat pada 2016 ini. Perhelatan ini akan dibuka secara resmi pada tanggal 24 Mei 2016, pukul 19.00 WIB di  Sangkring Art Project, di Kampung Nitiprayan, Rt. 01, Rw. 20, Ngestiharjo, Kasihan Nitiprayan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Rencananya, staf pengajar ISI Yogyakarta, Prof.Dr. M. Dwi Marianto akan membuka The 2nd Jogja International Miniprint Biennale (JIMB).

JIMB kali ini akan menampilkan  110 karya grafis atau printmaking dari 77 seniman asal 28 negara, yakni dari Australia, Austria, USA, Argentina, Belgia, Bulgaria, Kanada, Finlandia, India, Italia, Polandia, Swedia, Bazilia, Montenegro, Kroasia, Serbia, Hungaria, Rusia, Malaysia, United Kingdom, Prancis, Mexico, Jepang, Ukraina, Peru, Irlandia, Jerman dan tuan rumah Indonesia.

Seniman Indonesia yang terlibat dalam even ini datang dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Bandung, Bali, dan Yogyakarta. Karya-karya tersebut tersaring setelah melewati hasil seleksi dewan juri yang terdiri dari Agung Kurniawan, Sujud Dartanto dan Andang Suprihadi.

Seleksi atas karya-karya yang masuk berlangsung pada tanggal 24 April 2016.

Para juri menyeleksi 331 karya yang dikreasi oleh 147 seniman dari berbagai negara. Sementara tema perhelatan ini adalah “Homo Habilis”, yang mempertanyakan hilangnya kecakapan kerja pertukangan dalam seni rupa atau craftsmanship, dan “kekuatan/keajaiban tangan” dalam karya-karya kontemporer saat ini.

Karya-karya tersebut adalah karya grafis cetak di atas kertas dengan ukuran matriks sisi terpanjang maksimal 20 cm dengan bertumpu pada kekuatan 4 teknik konvensional yaitu: relief print (woodcut, linocut, rubber cut, mokuhanga, collagraph), intaglio (etching, drypoint, mezzotint, photo etching, aquatint), planograph (lithography) dan serigraphy (silk screen dan stencil).

Dalam pembukaan perhelatan ini direncanakan akan diumumkan tiga (3) pemenang utama yang memperebutkan Three Best Works yang akan mendapat sejumlah uang, trofi, sertifikat dan kesempatan pameran bertiga dalam “33 PRINTS” di Yogyakarta pada tahun 2017, serta 2 pemenang hiburan yang memperebutkan Excellence Prize dengan sejumlah uang dan sertifikat.

Dalam 2nd JIMB ini, selain memamerkan karya finalis dan pemenang, panitia juga mengundang 5 seniman tamu 2 dari Indonesia dan 3 seniman internasional, yaitu: Setiawan Sabana dari Bandung, Yamyuli Dwi Imam (Yogyakarta), Emilie Aizier (Prancis), Art Werger (USA) dan Lidija Antanasijevic (Serbia) untuk mengikutkan karya mini print mereka. Para seniman tamu ini dipilih berdasar kriteria dari panitia yaitu: seniman dengan kontribusi penting dalam seni grafis, pegrafis militan, penemu teknik popular, pegrafis penting internasional dan salah satu pemenang karya terbaik bienal pertama.

Dalam bienal kedua ini ada juga Special Presentation dari 7 seniman Indonesia yaitu: almarhum Hariyadi Suadi (Bandung), pegrafis dan pengajar Edi Sunaryo (Yogyakarta), kurator dan pengajar Bambang Toko (Yogya), street artist Farhan Siki (Yogya), pemenang bienal pertama Agugn Prabowo (Bandung), pegrafis dan pengajar Theresia A. Sitompul (Yogya) dan pemenang bienale pertama Deni Rahman (Yogya) yang akan menampilkan karya-karya print dalam kemasan dan format yang lebih bebas dengan tajuk “Dari Tradisional sampai Digital”.

Menurut Syahrizal Pahlevi, direktur Jogja Mini Print, karya-karya yang dipamerkan di Sangkring Art Project ini, direncanakan akan dipamerkan di sejumlah tempat di berbagai kota sampai bulan Desember 2016. Sebagai pembanding 1st JMB tahun 2014 lalu menampilkan 146 karya dari 72 finalis asal 23 negara.

Pameran berlangsung bulan Juni 2014 di Gedung Museum BI dan Mien Gallery Yogyakarta dan bulan Oktober 2014 di Bentara Budaya Yogyakarta. Juri pada waktu itu adalah: Hendro Wiyanto (ketua), Agung Kurniawan, dan Devi Ferdiyanto sebagai anggota dimana menghasilkan 3 pemenang karya terbaik: 2 dari Indonesia dan 1 dari Serbia. ***

Acara pendukung 2nd Jogja Mini Print:

Demo teknik:

25 Mei 2016 “Waterless Lithography: Less Toxic Process” bersama Rahman Mohamed, pegrafis dan pengajar University Sains of Malaysia

26 mei 2016 “Jamming Woodcut” bersama Yamyuli Dwi Imam pegrafis Yogyakarta

Diskusi:

28 Mei 2016, jam 16.00

Kuliah Singkat bersama Aminuddin TH Siregar, kurator dan pengajar Fak Seni Rupa ITB


Bincang “Karya Kertas/Grafis, Pengkoleksian dan Pasarnya” bersama Amir Sidharta, pendiri Sidharta Auctioner (tanggal dan jam menyusul)

2 Juni 2016, pukul 14.00-15.00 bincang “Persfektif Kertas: Dari Seni Grafis Ke Seni Kertas” bersama Setiawan Sabana, pegrafis, pengajar FSRD ITB

Workshop:

28 – 30 Mei 2016,

untuk umum dan pelajar (Detail menyusul)


Sumber: Indonesia Art News