Beranda News Indonesia Raih Emas Olimpiade 2016, Polisi di Lampura Ini Rela Kakinya Melepuh...

Indonesia Raih Emas Olimpiade 2016, Polisi di Lampura Ini Rela Kakinya Melepuh karena Penuhi Nazar

BERBAGI
Brigpol A. Dany berlari untuk memenuhi nazarnya atas keberhasilan atlet badminton Indonesia meraih medali emas dalam Olimpiade 2016 di Rio Dejaneiro, Brasil.

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Panasnya aspal yang cukup “membakar” telapak kaki tak menghalangi tekad Brigadir Polisi, Ahmad Dany, anggota Polres Lampung Utara, berlari sepanjang 2,3 kilometer, Kamis (25/8/2016). Ie memenuhi nazarnya setelah atlet Indonesia meraih medali emas di Olimpiade Rio De Jenairo, Brasil, baru – baru ini.

Dengan tanpa alas kaki, laki – laki tergabung dalam Unit Lakalantas Satuan Lalu Lintas Polres terus mengayunkan kakinya dari kawasan Tugu Payan Mas hingga Tugu Alamsyah Ratu Perwira Negara pada Kamis (25/8/2016) sekitar pukul 14:30 WIB. Akibat berlari tanpa alas, kedua telapak kaki anggota Polres ini menjadi melepuh.

“Saya hanya ingin memenuhi nazar saya untuk berlari dari Tugu Payan Mas hingga Tugu Alamsyah karena pasangan ganda campuran kita, Tantowi Ahmad dan Lilyana Natsir, dapat medali emas di Olimpiade, di Brasil belum lama ini,” katanya.

Selain untuk memenuhi nazarnya, bapak satu anak ini mengatakan, apa yang dilakukannya ini sebagai salah satu wujud syukur dirinya karena para atlet bulutangkis Indonesia berhasil meneruskan tradisi meraih emas dalam cabang olahraga kebanggan masyarakat Indonesia. Hal inilah yang membuatnya semakin bersemangat berlari di bawah teriknya matahari yang membuat aspal di sepanjang jalan terasa sangat panas dilintasi tanpa alas kaki.

Meski ia tak menampik jika merasa kelelahan dan kesakitan khususnya di bagian telapak kakinya, namun Brigpol tersebut mengatakan apa yang dilakukannya ini belum ada apa – apanya jika dibandingkan dengan perjuangan pahlawan olahraga Indonesia yang berjuang untuk kehormatan bangsa.

“Memang capek juga ditambah kaki saya melepuh karena berlari di atas aspal yang panas tanpa alas kaki. Tapi, lebih capek lagi, mereka yang berjuang mati – matian meraih medali demi kehormatan bangsa ini,” terangnya.