Beranda News Anakidah Ini Alasan Camelia Membunuh Pegawai Universitas Malahayati

Ini Alasan Camelia Membunuh Pegawai Universitas Malahayati

BERBAGI
Tersangka Camelia (pegang kayu balok) saat memperagakan cara menghabisi nyawa Sofyan di hadapan petugas dengan menggunakan kayu balok saat berada didalam kamar kos miliknya.

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG-Kepala Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Lampung, AKBP Ruli Adi Yunanto menuturkan alasan tersangka Camelia membunuh Sofyan, Kabag Kepegawaian Universitas Malahayati (Unimal), karena akan diperkosa dan sakit hati dengan korban.

“Dari keterangan tersangka, dia (Camelia) membunuh Sofyan karena mau diperkosa. Tersangka melakukan perlawanan dengan menyemprotkan cairan obat nyamuk Baygon k earah muka Sofyan hingga akhirnya pingsan,”kata Ruli, Kamis (17/9).

Pada saat Sofyan pingsan di dalam kamar kos itu, lanjut Ruli, tersangka kemudian keluar dari kamar kos dan mengambil balok kayu lalu memukulkan balok kayu itu ke kepala Sofyan. (Baca: Pembunuh Pegawai Malahati Ditangkap di Karawang).

“Kejadian pembunuhan itu, Selasa (8/9) siang sekitar pukul 14.00 WIB. Mungkin ada cekcok antara korban dan pelaku. Motif pembunuhan itu belum diketahui secara pasti. Kasus ini masih dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,”ujarnya.

Ruli mengutarakan, penangkapan tersangka Camelia dilakukan setelah pihaknya mencari data-data serta bukti dan saksi-saksi di lokasi penemuan mayat korban. Yakni di tempat kos yang berada di Jalan Sumur Putri, Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan.

“Setelah kami analisis dan dicocokkan dengan temuan di lapangan, kuat dugaan pelaku pembunuhan Sofyan mengarah kepada pelaku bernama Camelia. Karena kamar kos itu yang menyewa adalah Camelia (26), pegawai honorer Dinas Pengairan Provinsi Lampung warga Pecoh Raya, Telukbetung  Selatan,”terangnya.

Selanjutnya, tim gabungan langsung melacak keberadaan pelaku dan mencari beberapa barang bukti yang hilang milik korban. Seperti, satu unit mobil korban jenis Daihatsu Serion warna ungu tua Plat nomor BE 2907 YD dan handphone. (Baca: Ini Alasan Camelia Membunuh Sofyan).

“Saat kami cek kerumah Camelia tidak ada, diketahui mobil itu berada di daerah Karawang, Jawa Barat dan sudah berganti plat nomor polisi. Selanjutnya, kami kejar kesana dan berkoordinasi dengan
kepolisian setempat,”ujarnya.

Alhasil, kata Ruli, dalam pengejaran itu tersangka Camelia dapat diamankan disalah satu rumah kos yang berada didaerah Karawang, Jawa Barat, Selasa (15/9) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Dalam penangkapan itu, selain Camelia turut diamankan juga satu teman pria tersangka yang merupakan pacar Camelia. Yakni, seorang oknum anggota TNI Prada Dadi (22) yang bertugas di Kompi C Banyu Urip Kotabumi.

“Setelah penangkapan itu, untuk proses selanjutnya oknum TNI kami limpahkan ke Den Pom AD. Untuk peran Dadi sendiri, hanya turut serta. Sedangkan tersangka Camelia, dan barang bukti mobil milik korban yang dibawa pergi tersangka proses selanjutnya kini ditangani Polresta Bandarlampung,”jelasnya.

Diketahui sebelumnya, jasad Sofyan Kabag Kepegawaian Universitas Malahayati (Unimal) ditemukan dalam kondisi tak bernyawa lagi di sebuah kamar kos wanita di Jalan Sumur Putri, Kelurahan Sumur Putri, Telukbetung Selatan pada Minggu (13/9) pagi lalu.(Baca:  Begini Cara Camelia Membunuh Pegawai Universitas Malahayati).

Sofyan tewas dalam kondisi  mengenaskan, Kepala  korban mengalami luka yang cukup parah. Seperti luka di bagian kening bagian kiri, kepala samping kanan dan kirinya dan wajah korban pun terlihat luka lebam.

Saat ditemukan, jasad Sofyan terbungkus kain sprai dan selimut, sedangkan  tangan dan kaki korban, terikat tali tambang. Leher dan mulut korban terlilit lakban warna hitam, tubuh korban diletakkan di pojok kamar tepat berada di samping spring bed.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan sebuah balok kayu yang diduga sebagai alat untuk membunuh korban. Bau anyir darah di rumah kos Camelia masih tercium hingga Rabu (16/9/2015).