Beranda Hukum Kriminal Ini Pengakuan Tukang Rongsokan Penemu Bayi di Olok Gading Bandarlampung

Ini Pengakuan Tukang Rongsokan Penemu Bayi di Olok Gading Bandarlampung

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Bayi yang dibuang orang tuanya di pinggir Jalan Dr. Setiabudi Kelurahan Olok Gading, Bandarlampung dirawat oleh seorang perawat di Klinik Bersalin Husnawati.

BANDARLAMPUNG – Bayi malang berjenis kelamin laki-laki ditemukan keadaan tidak bergerak oleh seorang tukang rongsokan di pinggiran Jalan Dr Setia Budi, Kelurahan Negeri Olok Gading, Telukbetung Barat, Bandarlampung, sekitar pukul 09.00 WIB. Bayi tidak berdosa ini, diduga telah dibuang oleh orang tuanya yang baru melahirkannya.

Heri Agustian (43) warga Jalan Cempaka, Telukbetung Barat ini menuturkan, bayi laki-laki tersebut pertamakali ditemukan oleh dirinya saat ia sedang mengambil rongsokan didaerah Jalan Dr Setia Budi. Bayi tersebut berada di pinggir jalan tepatnya di bawah pohon palem, dibungkus dengan plastik warna hitam lalu dimasukkan kedalam kardus.

“Sebelumnya, kan saya disuruh sama orang untuk mengambil rongsokan ditempat itu. Saat saya mau mengambil tangga, orang yang menyuruh saya itu bilang ada bayi. Tapi saya gak percaya begitu aja, begitu saya dekati dan lihat ternyata benar”kata Heri kepada wartawan, Senin (6/7).

Menurutnya, saat ditemukan kondisi bayi tersebut dalam keadaan tidak bergerak. “Bayi itu posisinya telungkup dan tidak bergerak, saya menduga bayi malang ini sudah meninggal. Karena saya tidak berani pegang takut ada apa-apa, saya lalu laporkan sama ketua RT,”ujarnya.

Ketika dilihat beramai-ramai, sambung dia, warga yang tinggal di sekitaran jalan Dr Setia Budi, Kelurahan Olok Gading, Telukbetung Barat bayi malang itu tak lama kemudian tiba-tiba bergerak dan goyang-goyang.

“Tapi warga tidak berani mengangkatnya mas, setelah ketua lingkungan datang baru langsung diangkat bayi itu. Lalu bayinya dibawa ke Klinik Bersalin Husnawati di Jalan AMD Telukbetung Barat, Bandar Lampung untuk diberikan perawatan,”jelasnya.

Sementara Ketua Lingkungan II RT 01 Negeri Olok Gading, Telukbetung Barat, Apriyandi mengatakan, Ia menerima adanya laporan penemuan bayi tersebut dari warga. Bayi itu ditemukan oleh Heri Agustian, tukang rongsokan yang sedang mengambil rongsokan. Saat ditemukan oleh Heri, bayi itu tidak bergerak.

“Ketika saya datang untuk melihatnya, menurut warga banyinya bergerak tapi warga tidak berani mengangkatnya. Saat itu juga saya langsung melarikan bayi itu ke Klinik Bersalin Husnawati untuk diberikan perawatan dan mengecek kondisi kesahatannya. Dengan adanya kejadian penemuan bayi ini, saya sudah melaporkannya ke petugas kepolisian untuk di tindaklanjuti,”ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsekta Telukbetung Barat Kompol Yudi Taba mengatakan, membenarkan adanya penemuan bayi laki-laki yang ditemukan oleh salah seorang warga pencari rongsokan di pinggiran Jalan Dr Setia Budi, Negeri Olok Gading, Telukbetung Barat.

“Saat ditemukan, bayi tersebut dimasukkan kedalam kantong plastik dengan dibungkus koran, dan dimasukkan kedalam kardus, tali pusarnya pun masih dalam keadaan panjang belum terputus,”kata Yudi melalui ponselnya kepada teraslampung.com, Senin (6/7) sore.

Pihaknya mendapatkan informasi adanya laporan penemuan bayi itu, sambung Yudi, dari kepala lingkungan setempat sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas kemudian melakukan olah TKP dilokasi penemuan, dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

“Dugaan sementara, bayi dengan jenis kelamin laki-laki ini memang sengaja dibuang semalam, beruntungnya kondisi bayi masih bernyawa. Bayi itu saat ini masih dilakukan perawatan di klinik bersalin Bidan Husnawati, dengan berukuran panjang 49 cm dan memiliki berat 3,2 kg. Kami masih melakukan penyelidikan, untuk mengungkap siapa pelaku pembuang bayi malang itu,”tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Senin malam pukul 17.50 WIB, bayi tak berdosa jenis kelamin laki-laki masih dilakukan perawatan di Klinik Husnawati yang beralamat di Jalan AMD Telukbetung Barat, Bandar Lampung. Bayi yang berukuran panjang 49 cm dan memiliki berat 3,2 kg. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dari perawat Klinik, kulit bayi dalam keadaan putih bersih. Kuat dugaan, bayi malang tersebut dibuang oleh orang tuanya yang tidak menginginkan kelahirannya.