BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pungutan liar yang dilakukan tim Paminal Bidpropam Polda Lampung ¬†terhadap Kanit V Ranmor Satreskrim Polresta Bandarlampung, Ipda Abdur Rohim, Sabtu lalu (15/10/2016) bermula dari pengungkapan kasus penggelapan yang ditangani oleh Satreskrim Polresta Bandarlampung.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Teraslampung.com, petugas Satreskrim Polresta Bandarlampung mengamankan barang bukti satu unit mobil Lohan Losback tronton warna putih milik ekspedisi Berlian Trans yang mengangkut mobil dump truk.

Kemudian kasus tersebut ditangani oleh Unit Ranmor Polresta Bandarlampung, berdasarkan LP/B/4271/X/2016 tertanggal 9 Oktober 2016. Dimana Ipda Abdur Rohim, menjabat sebagai Kanit V Ranmor.

Pihak Berlian Trans ingin pinjam pakai mobil truk yang disita tersebut. Menurut pihak Berlian Trans, kasus tersebut tidak ada kaitannya dengan perkara yang ditangani oleh Unit Ranmor Polresta Bandarlampung.

Selanjutnya, pihak Berlian Trans mencoba menemui Ipda Abdur Rohim di ruang kerjanya, pada Sabtu (15/10/2016) sekitar pukul 17.00 WIB. Pada saat itu, Ipda Abdur Rohim meminta uang sebesar Rp 50 juta kepada pihak Berlian Trans. Uang tersebut, sebagai permohonan untuk mengabulkan pinjam pakai barang bukti tersebut.

Akhirnya terjadilah tawar menawar. Lalu pihak Berlian Trans memberikan uang sebesar Rp 20 juta kepada Ipda Abdur Rohim. Setelah penyerahan uang tersebut, datang tim Paminal Bidpropam Polda Lampung dan menangkap Ipda Rohim bersama barang bukti uang sebesar Rp 20 juta.

Operasi tangkap tangan (OTT) tersebut sesuai instruksi dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menindak tegas pungutan liar di tubuh Polri. Kapolri memerintahkan seluruh Bidpropam jajaran Polda se-Indonesia untuk melaksanakan operasi tersebut.

LEAVE A REPLY