Beranda News Jamaah Haji Lampung Siap Wukuf di Arafah

Jamaah Haji Lampung Siap Wukuf di Arafah

BERBAGI
TPIH Kloter 40 Lampung, Burhanuddin

Mas Alina Arifin | Teraslampung,com

MEKKAH– Jamaah haji Kloter 40 asal Provinsi Lampung bersiap ke Wukuf di Padang Arafah mendapat urutan ketiga yang akan dilaksanakan pada Sabtu, (10/9).

Burhanuddin selaku pembimbing ibadah haji mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin dan sekuat tenaga untuk membantu melaksanakan rukun haji wajib dan sunnah.

“Alhamdulillah kami sudah berusaha semaksimal mungkin membantu jemaah calon haji. Dan kita juga sudah menurun angka pasien di bidang kesehatan, ” katanya dalam pertemuan dengan jemaah calon haji kloter 40 di mushola hotel Alulua, Syisah, Mekkah, Jumat (9/9/2016).

Menurut Burhanudin setelah selesai pelaksanaan Armuna (Arafah, Musdalifah dan Mina) pada tanggal 15 September bisa mrnginap di Masjidil haram karena rukun haji sudah selesai. Hal ini dikarenakan kita sudah dilantik sama Allah SWT menjadi haji mabrur.

Burhanudin juga menjelaskan pada tadi malam (8/9) sempat diberi pengarahanoleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefudin dan Ade Komarudin selaku Wakil Ketua DPR RI, informasi yang diterima alhamdulillah pelayanan kesehatan dan haji tahun ini lebih baik dari tahun lalu dan pelayanan Armuna atau arafah , musdalifah dan mina.

“Kloter 40 dapat urutan ketiga untuk berangkat wukuf . Dan langsung niat mandi ihram dan solat sunnah ihram. Niat langsung atau bersama sama, maka juga sudah mulai berlaku larangan larangan ihram mulai dari larangan memotong kuku, memakai wangi wangian dan lain lain nya. Kain ihram mulai dipakai pada Sabtu, Minggu dan Senin, ” jelasnya.

Burhanuddin memberikan pengarahan kepada para jamaah Indonesia sebelum menuju Arafah untuk melakukan wukuf, Jumat siang Waktu Arab Saudi.
Burhanuddin memberikan pengarahan kepada para jamaah Indonesia sebelum menuju Arafah untuk melakukan wukuf, Jumat siang Waktu Arab Saudi.

Selain itu, lanjut dia, sistemnya menggunakan taradudi memakai bis yang disediakan oleh makhtab, dan bagi jemaah calon haji yang menggunakan sistem tarwiyah silahkan saja. Disana akan menggunakan tiga tenda. Dan denahnya di pegang ketua kloter.

“Sistem pemberangkatan melalui tarwiyah dan taradudi jangan jadi masalah. Dari arafah kita langsung ke musdalifah yakni di minajadid mencari batu untuk 7 batu pada lemparan untuk hari satu, lalu batu 21 dan kemudian 21 untuk nafar awal atau cukup 49 batu saja. Sedangkan untuk Nafar tsani nambah 21 batu lagi maka jumlahbya 70 batu.

Burhanudin menginagtkan agar jangan juga duributkan masalah nafar awal atau nafar tsani karena masalah pegangan keyakinan masing-masing.

Selain itu selaku petigas kloter seperti disampaikan ke maktab, klotee 40 hanya merekomendasi tinggal di minajadid dan tidak merekomendasi ke hotel. Hal ini dikarenaka petugas dan panitia haji tidak menangung makanan dan kesehatan Dan bagi yang tua tinggal di Minajadid saja karena ada pelayanan kesehatan dan makanan dan melontar diwakilkan aja atau dibadalkan pada keluarganya.

Panitia haji juga menghimbau agar jemaah calon haji jangan meninggalkan uang dan barang berharga di hotel karena itu bisa titipkan di maktab saja.

Sebelumnya diberitakan ada sekitar 76 jemaah calon haji Indonesia meninggal dunia yang akan dibadalkan oleh pemerintah Indonesia.