Beranda Hukum Kriminal Jambret Modus Baru: Pria Pura-Pura Sakit Diduga Berkomplot dengan Penjambret

Jambret Modus Baru: Pria Pura-Pura Sakit Diduga Berkomplot dengan Penjambret

BERBAGI
Ilustrasi jambret (batamtoday)

TERASLAMPUNG.COM — Seorang penjambret dengan modus pura-pura sakit berhasil memperdaya seorang warga di Jl. ZA Pagar Alam, Bandarlampung, Jumat lalu (23/8/2016) sekitar pukul 14.30 WIB. Peristiwa yang dialami warga Bandarlampung saat hendak pulang ke kampungnya di Lampung Tengah.

Seperti dituturkan Yoga Pratama di jejaring media sosial Facebook, ketika kawannya sedang melintas di Jl. Z.A. Pagar Alam, Labuhan Ratu dari arah Tanjungkarang (tepatnya sebelum kantor Tribun Lampung), di pinggir jalan ada seorang pemulung atau pengemis yang tiduran sambil menahan nyeri pada perutnya.

“Temanku berhenti dan berdialog dengan si pengemis,” kata Yoga.

Menurut Yoga, kawannya kemudian menawari pria yang terlihat kesakitan itu untuk dicarikan obat. Namun, akhirnya kawan Yoga tersebut justru menjadi korban jambret. Uang Rp 15 juta pun melayang.

Berikut penuturan Yoga:

Pada jumat pukul 16.14 ada seorang kawan melaporkan dirinya kejambretan. Seperti ini awal mulanya:

Dia hendak pulang ke kampung halamam di Lampung Tengah, saat melintas dari kosan sebelum Tribun Lampung di pinggir jalan ada seorang pemulung atau pengemis yang tiduran sambil menahan nyeri pada perutnya. Temanku ini berhenti dan berdialog dengan si pengemis.

Bapak sakit, mau dicarikan obat, ujar temanku.
Dan ini pak minumnya dulu, biar saya carikan obat.

Lantas temanku ini pergi dan berusaha menukarkan uang yang ada disakunya kebetulan ada 100 ribu, ia berniat membagi dua 50ribu untuk teman perjalanan dan sebagian diberikan kepada si bapak dan obat yang dibelikannya.

Namun, pada pertemuan kedua tiba-tiba ada seorang menggunakan motor honds tanpa plat menyambar tas kawan yang berada di motor. Alhasil barang termasuk buki rekenin, atm, laptop, hp, dompet berisikan ktp, stnk dan surat penting lainnya amblas dibawa itu jambret. Selain itu saat ini rekeningnya di notifikasikan tidak bisa dialihkan oleh pihak bank (salah satu keuntungan bank). Tapi saya tidak bahas bagaimana bank mempersulit. Tapi saya akan kembali membahas si pengemis dan penjambretnya.

Setelah aksi penjambretan yang ditaksir merugikan Rp15 jutaan, saya dan si kawan melaporkan kejadian ke polsek kedaton, laporan diterima dengan baik, laporan bisa digunakan untuk mengurus kehilangan dsb.

Nah dari perbincangan kawan dan membicarakan pengemis yang sama ternyata si bapak ini memang aktifitasnya begitu pura2 sakit. Dia punya rumah dan cukup mewah di wilayah Rajabasa. Nah, informasi yang didapatkan lagi di pengemis yang sama dalam satu bulan ini sudah ada 3 orang yang juga kejambretan pasca mencoba menolongnya.

Astagfirulloh ternyata niat baik itu salah orang. Dan agar dimaksudkan tidak ada lagi korban selanjutnya. Saya tulis pengalaman sorang teman dan ibu-ibu yang juga menceritakan hal yang ini. Kejadian sama. Mereka punya komplotan dan eksekutor jambretnya.

Kita doakan mereka yang menjadi komplotan ini baik2 saja dan tidak hidup kekurangan. Semoga segera kaya. Dan disadarkan.

BACA JUGA:

loading...