Beranda Ruwa Jurai Lampung Utara Jelang Pilkada Lampung Utara, Pemanasan Dimulai di Medsos

Jelang Pilkada Lampung Utara, Pemanasan Dimulai di Medsos

BERBAGI
Ilustrasi

Feaby/Teraslampung.com

Kotabumi–Pilkada Lampung Utara masih lama. Setidaknya baru dua tahun lagi KPU Lampung Utara menggelarnya. Namun, riak-riak perdebatan seputar persaingan menuju perebutan kursi orang nomor satu di Lampung Utara sudah terasa. Pemanasan menjelng Pilkada Lampura sudah dimulai lewat media sosial, terutama Facebook. “Perang urat syaraf” antara para pendukung petahana dan bukan pendukung petahana telah ramai bermunculan di jejaring sosial Facebook.

Melalui ‎grup “Menuju Lampung Utara 1 BE 1 J”, para pemilik akun berlomba – lomba menarik simpati rakyat dengan melontarkan berbagai isu yang dapat dikatakan cukup menohok, baik bagi yang menjadi sasaran statusnya maupun yang membacanya. Grup ini mulai menunjukan eksistensinya sejak beberapa bulan terakhir.

Berdasarkan pengamatan, anggota dalam grup tersebut ‎terbagi ke dalam empat kelompok atau jika ingin dipersempit lagi mungkin hanya tiga kelompok. Kelompok pertama adalah barisan “anti pemerintahan petahana”. Kedua, barisan pendukung petahana dan terakhir barisan “cari aman” yang tak mau terlalu vulgar menyatakan dukungan atau penolakannya terhadap salah satu calon.

Dalam usahanya merebut simpati rakyat, kelompok pertama, entah itu akun palsu atau tidak, mencoba menyerang pemerintahan petahana dengan melemparkan berbagai isu “miring” di grup tersebut.‎ Sebagian besar status dari kelompok pertama berisikan kekecewaan terhadap kepemimpinan Bupati Agung Ilmu Mangkunegara.

Tak pelak, berbagai status yang dilontarkan oleh kelompok ‎pertama mendapat sambutan “hangat” dari kelompok kedua. Kelompok ini berusaha membantah berbagai isu “miring” yang ditujukan kepada petahana.

Tak jarang kedua kelompok ini saling serang dan hujat satu sama lain. Mengapa demikian?Karena kedua kubu sama – sama mengklaim jika isu atau bantahan yang mereka lontarkan tak hanya sebatas isu melainkan fakta. Adapun barisan terakhir, mereka hanya mencari aman dengan membalas status sekedarnya tanpa menyerang atau mendukung status dari salah satu kelompok.

Menariknya, akibat debat tak berujung ini, terdapat salah satu akun (atau mungkin lebih) yang dapat dikategorikan termasuk ke dalam kelompok pertama yakni akun atas nama Syahlan Saman mendapat “kembarannya” alias dikloning. Dengan menggunakan nama dan foto profil yang sama, akun kloningan tersebut berusaha memperbaiki komentar akun kembarannya yang berisikan status menyerang pemerintahan petahana.

‎Ramainya debat dalam grup Facebook dari para pendukung atau bukan pendukung petahana ini mirip dengan kondisi 3 atau empat tahun silam. Kala itu, para pendukung petahana (mantan Bupati Zainal Abidin) dan anti petahana saling serang dan hujat dalam grup yang sekarang sudah berganti nama menjadi Lampung Utara dan Perubahannya.