Beranda News Pertanian Kadis Pertanian Lampura: Meski Harga Singkong Rp 683/Kg, Petani Tetap Untung

Kadis Pertanian Lampura: Meski Harga Singkong Rp 683/Kg, Petani Tetap Untung

BERBAGI
Petani singkon di Lampung Tengah (ilustrasi)

Feaby|Teraslampung.com

Kotabumi–Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Lampung Utara, Sofyan, mengklaim anjloknya harga singkong yang menyentuh harga Rp663/Kg masih tetap menguntungkan petani.

“Mereka (petani,red) menganggapnya rugi itu karena mereka terbiasa menjualnya di harga Rp1.000/Kg. Di harga segitu (Rp683/Kg) itu, petani masih untung,” kata Sofyan saat ditemui di pelataran parkir Kantor Pemkab Lampung Utara, di Kotabumi, Selasa (13/9/2016).
Menurut Sofyan, jika harga singkong menyentuh Rp500/Kg pun, ‎para petani  juga masih untung. Karena, secara matematis, biaya produksi singkong yang dikeluarkan oleh para petani biasanya hanya Rp7.000.000/hektarenya. Dari setiap hektarenya, produksi yang dihasilkan oleh para petani dapat mencapai 30 – 40 ton asalkan dikelola dengan baik.
“Kalau perhektarnya dapat menghasilkan 30 ton dikalikan Rp500/Kg maka total uang yang dihasilkan mencapai Rp15 juta. Artinya, petani masih untung seratus persen,” paparnya.
Saat disinggung langkah apa yang dapat dilakukan Pemkab, Sofyan mengaku tak ada yang bisa dilakukan pihaknya terkait persoalan ini. Begitu pun saat ditanya mengenai kemungkinan pembuatan regulasi yang mengatur tentang harga terendah singkong‎ agar dapat membantu para petani, ia menegaskan hal itu mustahil dilakukan.
“Tak ada yang bisa kami lakukan dalam persoalan ini. Apalagi membuat aturan tentang itu karena itu ranahnya Kementerian Perdagangan,” kata dia.
Sebelumnya, harga singkong di pasaran terus terjun bebas sejak akhir tahun 2015 silam. Dari Rp1.500/kilogramnya, kini harga singkong hanya dihargai Rp683/Kg di pasaran atau turun hingga lebih dari 100 persen pada pekan lalu.
Anjloknya harga singkong hingga 100 persen ini tak pelak membuat para petani singkong di Lampung Utara menjerit. Sebab, kerja keras mereka selama ini seakan sia – sia dan tak terbayar akibat menderita kerugian yang cukup besar. Sayangnya, belum ada langkah konkret dari pemerintah baik pusat maupun Pemkab untuk mengatasi kerisauan para petani tersebut.
“Sejak Desember 2015 silam, harga singkong terus anjlok. Dari Rp1.500/kilonya, kini harganya turun hingga Rp663 atau dengan kata lain harganya turun lebih dari‎ 100 persen,” keluh koordinator Gapungan Petani Singkong Indonesia (Gapesi) Lampung Utara, Achmad Natsir.