Beranda Hukum Kriminal Kapolda Belum Mau Berkomentar tentang Kasus Pembunuhan-Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung

Kapolda Belum Mau Berkomentar tentang Kasus Pembunuhan-Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung

BERBAGI
Kapolda Lampung, Brigjen Ike Edwin
Kapolda Lampung, Brigjen Ike Edwin

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin, masih enggan berkomentar tentang hasil penyidikan terhadap anggota Polresta Brigadir Medi Andika terkait statusnya sebagai tersangka pembunuhan dan mutilasi anggota DPRD Bandarlampung, M. Pansor. Menurut Ike, saat ini penyidik Polda Lampung sedang menyelesaikan semua hal terkait kasus tersebut.

“Ya.. (penjelasan) itu nanti sajalah, kalau sudah lengkap semua, seperti alat bukti dan lainnya. Nanti  akan kami gelarkan (ekspos),”ujar Ike, Jumat (2/9/2016).

Rencananya, kata Jenderal Bintang Satu ini, dalam waktu dekat ini akan menggelar jumpa pers mengenai pengungkapan kasus pembunuhan dan mutilasi Pansor.

Sementara Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ruli Andi Yunianto saat dikonfirmasi mengaku, belum mengetahui bahwa mobil Pansor kini sudah berada di Mapolda Lampung.

“Saya malah belum dapat laporannya dari anggota bahwa mobil Pansor sudah ada di Polda”ujar Ruli.

Ruli mengaku dirinya memang sudah perintahkan anggota untuk menjemput mobil itu dari Mabes Polri, karena hasil uji lab sudah selesai. Ia juga belum mengetahui, bagaimana hasil dari uji lab mobil itu di Mabes Polri.

“Hasil uji labnya saya juga belum tahu, karena anggota yang saya perintahkan untuk mengambil mobilnya belum laporan,” kata dia.

Diakuinya, uji laboratorium terhadap mobil milik M. Pansor telah dilakukan dan dinyatakan selesai.

“Saat ini tinggal menunggu Kapolda Lampung untuk mengungkap secara gamblang kasusnya,” katanya.

Menurutnya, hingga saat ini, tersangka Brigadir Medi Andika masih tetap bersikeras tidak mengakui bahwa dirinya membunuh dan memutilasi Pansor.

“Dia membantah tetap tidak mengakui terlibat pembunuhan tersebut. Namun untuk mengungkap kasus pembunuhan ini, penyidik tidak membutuhkan pengakuanya.Tapi yang jelas, semuanya mengarah ke dia (Medi),”jelasnya.

Dalam kasus pembunuhan dan mutilasi anggota DPRD Bandarlampung M. Pansor, Polda Lampung menetapkan dua tersangka. Yakni Brigadir Medi Andika, anggota  Satintelkam Polresta Bandarlampung, dan Tarmizi, seorang warga Aceh yang bekerja di sebuah rumah makan di wilayah Way Halim Bandarlampung. Potongan tubuh anggota DPRD Bandarlampung itu ditemukan di OKU Timur, Sumatera Selatan.