Beranda Hukum Kriminal Kapolda Pimpin Cek Lokasi Perompakan di Pantai Timur Lampung

Kapolda Pimpin Cek Lokasi Perompakan di Pantai Timur Lampung

BERBAGI
Kapolda Lampung Brigjen Polisi Ike Edwin saat berikan keterangan lanjutan terkait kasus mutilasi M Pansor, Jumat (29/7/2016).

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Perompakan yang terjadi terhadap nelayan di Pantai Timur Lampung, Kuala Seputih, Kabupaten Tulangbawang, Sabtu lalu (20/82016), mendapatkan perhatian Kapolda Lampung Brigjen Pol Ike Edwin. Ike memimpin patroli di seputaran lokasi perairan di wilayah tersebut, Senin (22/8/2016) siang.

Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin mengatakan pentingnya patroli ini dilakukan karena untuk mencegah agar jangan sampai terjadi adanya permpokan terhadap nelayan lagi.

“Tadi saya didampingi Dirpolair, Kabid Propam dan Kabid Humas sengaja melakukan patroli untuk memastikan mengenai perompakan tersebut,”kata Ike saat diwawancarai usai melakukan giat patroli, Senin (22/8/2016).

Menurutnya, patroli yang dilakukan di perairan Lampung itu untuk mengecek informasi perompakan yang terjadi pada Sabtu lalu.

“Peninjauan ini untuk memastikan bagaimana lokasinya dan apa saja yang ada di sana,”ujarnya.

Jenderal Bintang Satu ini menegaskan, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kembali adanya aksi perompakan tersebut, Direktorat Polair Polda Lampung akan terus meningkatkan patroli rutin di wilayah Perairan Lampung.

“Patroli rutin ini perlu dilakukan, agar tindak kejahatan di wilayah perairan Lampung tidak terjadi lagi,”jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Direktorat Polisi Perairan (Ditpolair) Polda Lampung, pada Sabtu (20/8/2016) lalu telah mengamankan liam tersangka perompakan terhadap nelayan rajungan di Kuala Seputih, Kabupaten Tulangbawang.

Kelima tersangka perompakan tersebut adalah berinisial SG (25), TI (30), Ar (36), Ud (20) dan MM (26) mereka adalah warga Kuala Seputih.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita tiga unit speedboat dengan nama Avatar, Aisyah dan, Next Generation. Barang bukti lainnya yang disit:  tiga buah timbangan, dua bilah senjata tajam, tiga buah GPS merk Garmin dan uang tunai Rp 4 juta. Selain itu juga, turut diamankan rajungan dengan total 784 Kg dengan hasil lelang yang mencapai Rp 16,4 juta.

Tertangkapnya kelima tersangka tersebut berawal dari laporan salah seorang pembina nelayan bernama Hj Yanti tentang adanya perompakan dengan modus menjual rajungan yang tidak sesuai dengan semestinya.

Akibat perbuatannya, kelima tersangka dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara selama 9 tahun.