Beranda Hukum Korupsi Kasus Deposito Pemkab Lampung Timur ke Tahap Penyidikan

Kasus Deposito Pemkab Lampung Timur ke Tahap Penyidikan

BERBAGI

M.Zaenal Asikin/Teraslampung,com

Bandarlampung—Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung meningkatkan
status perkara dugaan korupsi deposito APBD Lampung Timur 2012-2013 Kabupaten
Lampung di beberapa bank dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Meski sudah
masuk tahap penyidikan, Kejati Lampung masih belum mau menyebutkan nama tersangkanya.


“Perkaranya sudah berubah ke tingkat
kepenyidikan, karena memang perkaranya itu sudah menemui titik terang dengan
bukti dan saksi yang cukup. Tidak perlu lagi berlama-lama di penyelidikan,”
kata Kajati Lampung, Momock Bambang Samiarso, Kamis (17/4).  

Momock menjelaskan, pemeriksaan perkara tersebut
awalnya sangat rumit untuk dilakukan ke tahap penyidikan karena bentuk tindak pidana
yang bermain di bawah peraturan hukum.

“Jika tidak ulet dan teliti dalam
pemeriksaannya, tidak akan nampak satu bentuk perbuatan dari tindak pidananya
dalam setiap transaksi, yakni antara pihak bank dengan Pemkab Lampung Timur itu
sendiri,” kata dia.

Keterangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Pusat, kata Momock, menyebutkan adanya bentuk transaksi tidak wajar dalam
deposito tersebut sehingga menjadi salah satu faktor dan pintu masuk penyidik
untuk mengupas perkara deposito senilai Rp300 miliar.

“Ya, untuk saat ini baru satu Bank yang kita
didalami, tapi untuk pintu masuk saja ke Bank lain dan pengembangan modus
tindak pidana tersebut. Yang terpenting untuk sementara sudah nampak jelas ada
kerugian negaranya,” tegas Mantan Kepala Biro Hukum BPKP Pusat. 

Momock mengingatkan para penyidik untuk dapat
membuktikan berapa aliran dana yang tidak wajar dari tiga bank tersebut.
Mengingat terdapat adanya indikasi nomor rekening yang tidak wajar. 

“Saya hanya menekankan kepada penyidik untuk
dapat mencari bukti berapa dana yang mengalir ketiga bank tersebut dari
transaksi yang tidak wajar,” tandasnya.

Terpisah, Plh Kasi Penerangan Hukum Kejati Lampung
Ali Rasab Lubis mengatakan, terkait nama tersangka dalam perkara itu, dirinya
belum berani untuk membeberkan siapa nama tersangka tersebut. 

“Tersangkanya sudah teridentifikasi. Tapi,
kami belum dapat mengatakan dan dipublikasikan pastinya masih menunggu
persetujuan dari pimpinan,” kata dia.