Beranda Hukum Kriminal Kasus Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung, Polda akan Minta Keterangan Ahli Hukum

Kasus Mutilasi Anggota DPRD Bandarlampung, Polda akan Minta Keterangan Ahli Hukum

BERBAGI
Mobil milik anggota DPRD Bandarlampung, M. Pansor, yang dijual tersangka Brigadir Medi Andika.

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG —¬†Penyidik Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung, belum melimpahkan kembali berkas berka perkara kasus mutilasi tersangka Brigadir Medi Andika terhadap anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor. Pasalnya, berkas perkara tersebut masih dilakukan proses pelengkapan. Untuk melengkapi berkas tersebut, polisi berencana akan memeriksa saksi ahli hukum pidana.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ruly Andi Yunianto mengatakan, saat ini pihaknya masih melengkapi berkas perkara tersangka Brigadir Medi Andika sesuai petunjuk jaksa penuntut umum. Karena masih ada petunjuk jaksa lagi, yang masih dalam proses pelengkapan.

Petunjuk dan permintaan jaksa tersebut adalah, agar penyidik untuk meminta keterangan dari ahli hukum. Sesuai dengan petunjuk jaksa tersebut, penyidik berencana akan memeriksa saksi ahli hukum dari Universitas Indonesia (UI).

“Surat permintaan izin pemeriksaan ke pihak UI, sudah diajukan saat ini kami tinggal menunggu jawabannya dari pihak UI.”Ujar Ruly saat ditemui disela-sela acara pisah sambut Wakapolda Lampung, Kamis (6/10/2016).

Menurutnya, ia belum mengetahui secara pasti, siapa yang nantinya akan ditunjuk dari pihak Universitas Indonesia (UI) yang menjadi ahli untuk diperiksa.

Ruly mengutarakan, alasan pihaknya memeriksa saksi ahli hukum pidana dari UI, untuk menjaga independensi ahli adanya intervensi dari pihak lain.
Selain ahli hukum pidana, kata Ruli, penyidik juga masih melengkapi berkas perkara Medi. Yakni dengan memeriksa ahli forensik dan bidang Dokkes dari Polda Sumatera Selatan.

“Jaksa meminta, ahli forensik dan Dokkes dimintai keterangan hal itu yang dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP),”terangnya.

Dikatakannya, awalnya forensik dan Dokkes hanya memberikan datanya tidak ada pemeriksaan. Tapi pihak Kejati Lampung, meminta dari ahli-ahli itu untuk ikut diperiksa. Setelah selesai melakukan pemeriksaan dari semua ahli-ahli tersebut, penyidik akan secepatnya melimpahkan berkas perkara Brigadir Medi Andika ke Kejaksaan.

Ruly menegaskan, bahwa kasus pembunuhan disertai mutilasi korban M Pansor yang ditanganinya saat ini, tidak sulit seperti kasus pembunuhan kopi sianida I Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso.

“Kasus pembunuhan ini tidak ada kendala dan tidak kompleks, ya tinggal tunggu saja. Kalau semua sudah selesai, secepatnya berkas itu limpahkan ke kejaksaan,”jelasnya.

BACA JUGA: