Beranda Hukum Kriminal Kasus Mutilasi Anggota DPRD: Hasil Tes “Lie Detector”, Pengakuan Brigadir Medi 90...

Kasus Mutilasi Anggota DPRD: Hasil Tes “Lie Detector”, Pengakuan Brigadir Medi 90 Persen Bohong

BERBAGI
Oknum anggota Polresta Bandarlampung Brigadir Medi Andika (berkacamata) tersangka pembunuh M. Pansor saat dimintai keterangan. (Foto: radarlampung.co.id)

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Untuk melengkapi berita acara pemeriksaan (BAP) Brigadir Medi Andika, tersangka pembunuhan dan mutilasi anggota DPRD Bandarlampung, M Pansor, Polda Lampung telah mendapatkan hasil pemeriksaan dengan alat pendeteksi kebohongan (lie detector). Hasilnya, 90 persen pengakuan Brigadir Medi bohong.

“Dari sejumlah petunjuk jaksa yang harus dilengkapi, yakni meminta keterangan saksi ahli dokter forensik, ahli psikolog dan hasil tes lie detektor. Dari ketiga petunjuk jaksa tersebut, sudah selesai semua. Namun, tinggal satu keterangan ahli hukum pidana dari Universitas Indonesia (UI) saja yang belum,” kata Kasubdit III Ditreskrimum Polda Lampung, AKBP Ruli Andi Yunianto, kepada Teraslampung.com, Senin (10/10/2016).

Soal pengakuan Brigadir  Medi yang menurut lie detector 90 persen bohong, Ruli mengaku tidak sepenuhnya membenarkan dan membantahnya.

“Dari hasil tes lie detector, pengakuan Medi ini berbelit-belit dan tidak ada kesesuaian sama sekali. Jadi semua keterangannya bohong,”terangnya.

Sebelumnya, dalam serangkaian pemeriksaan dan reka ulang, Brigadir Medi selalu menolak memberikan jawaban tentang dugaan dia sebagai pelaku pembunuhan dan mutilasi anggota DPRD Bandarlampung, M. Pansor. Menurut pengacaranya, aksi tutup mulut itu dilakukan Brigadir Medi karena Brigadir Medi bukanlah pelaku pembunuh dan pemutilasi jasad Pansor.

Related Post