BERBAGI
Fikri, tersangka penjambretan, kakinya ditembus timah panas.

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG–Polresta Bandarlampung beserta jajaran di tingkat Polsekta, mengungkap 45 kasus kejahatan C3 (curat, curas dan curanmor). Selama operasi yang berlangsung sejak tanggal 13 sampai 20 Agustus 2016 tersebut, kasus kejahatan yang paling banyak diungkap adalah kasus penjambretan atau pencurian dengan kekerasan (curas).

Kapolresta Bandarlampung, Kombes Pol Hari Nugroho mengatakan, kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang diungkap sebanyak 18 kasus. Selanjutnya, 17 kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan 10 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Kasus yang meningkat akhir-akhir ini terjadi di Bandarlampung, kasus curas seperti jambret. Kasus tersebut paling menonjol dan banyak diungkap,”kata Hari dalam konferensi pers, Minggu (21/8/2016).

Menurutnya, pengungkapan kasus curas, curat dan curanmor tersebut dikhususkan dan terus dilakukan, yakni untuk terus menekan angka kejahatan yang terjadi di Kota Bandarlampung.

Hari mengutarakan, dari hasil pengungkapan kasus C3 tersebut, tersangka yang diamankan sebanyak 24 tersangka untuk kasus berbeda. Tersangka kasus curas sebanyak 8 orang, tersangka kasus curat sebanyak 12 orang dan tersangka curanmor sebanyak 4 orang.

Barang bukti yang disita, 10 unit sepeda motor, dua unit mobil, tiga pucuk senjata api rakitan, tiga bilah senjata tajam, tiga buah telepon genggam, satu unit laptop, satu unit televisi, satu unit kamera digital, satu buah linggis, kunci letter T beserta anak kuncinya serta barang bukti lainnya.

“Kasus C3 memang yang jadi target utama dalam pengungkapan, sebab ketiga kasus itu yang paling menjadi sorotan,”terangnya.

Hari menegaskan, kepada seluruh anggota baik di Polresta dan jajaran, agar dapat mengungkap kasus tersebut dengan cepat. Begitu juga dengan titik rawan kejahatan, akan ditempatkan anggota di wilayah dan jam yang dinilai rawan.

“Patroli terus ditingkatkan, sesuai dengan amanat Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin bahwa polisi ada di mana-mana dan melakukan kring serse,”ungkapnya.

Sebagai upaya pencegahan tindakan aksi kejahatan, kata Hari, dari Satuan Sabhara rutin melakukan giat patroli baik itu di jam malam maupun di siang hari secara bergantian. Pihaknya akan terus berupaya mengantisipasi dan mengurangi kejahatan yang terjadi di Kota Tapis Berseri, dan ini merupakan kerja terpadu dari tim preventif dan reaktif.

“Sebagai antisipasi, sudah ada tim yang dibentuk yakni tim dari Sabhara sebagai upaya preventif dan anti bandit Satreskrim upaya represifnya,”pungkasnya.

Usai gelar perkara, Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Hari Nugroho didampingi Waka Polresta AKBP Boby Marpaung, Kabag Ops Kompol Irwan Yuli, Kasat Reskrim Kompol Dery Agung Wijaya, Kasubag Humas AKP Titin Maezunah dan Kapolsekta Jajaran melihat barang bukti yang disita dan para tersangka C3 yang ditangkap.

LEAVE A REPLY