Beranda Hukum Kriminal Kasus Mayat Dalam Kardus, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Kasus Mayat Dalam Kardus, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

BERBAGI
Tersangka Agus: pemerkosa dan pembunuh gadis kecil yang mayatnya kemudian dimasukkan kardus dan dibuang. (Foto: suara.com)

JAKARTA, Teraslampung.com — Setelah melakukan pemeriksaan dan penyelidikan selama beberapa hari. Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan tersangka pemerkosaan dan pembunuhan Putri Nur Fauziah (9) , gadis kecil malang yang mayatnya dimasukkan dalam kardus di Kalideres,  Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

“Kami menetapkan satu orang sebagai tersangka, AD alias AP alias OM (39). Jenis kelamin laki-laki, pekerjaan wiraswasta,” kata Irjen Tito saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (10/10)

AD yang dimaksud Tito adalah Agus Dermawan, ketua geng Boel Tacos.

Tito mengatakan, kasus kematian Nur Fauziah merupakan tantangan bagi pihak Polda Metro Jaya untuk mengungkapnya sampai tuntas dan secepat mungkin.

“Pengungkapan kasus ini harga mati apa pun resiko dan harganya. Oleh karena itu semenjak hari pertama, kami buat satuan tugas yang diketuai Dirkrimum Kombes Pol Khrisna dan wakilnya Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Rudi. Saya apresiasi atas kerja keras mereka,” tukas Kapolda.

Diketahui korban ditemukan sudah tak bernyawa, pada Jumat 2 Oktober 2015 di kawasan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat. Jasad korban ditemukan dalam kondisi badan tertekuk, tangan dan kaki dilakban dan dimasukkan ke dalam kerdus.‎

 Ditetapkannya Agus Dermawan alias Agus Pea sebagai tersangka dalam tewasnya Putri Nur Fauziah alias Eneng (9), keluarga mengaku senang dan lega setelah mendengar tersangka sudah ketahuan.

“Saya dan keluarga seneng banget, saya juga berterima kasih sama aparat kepolisian. Dari pagi, siang bahkan sampe malam buat nyari siapa tersangkanya,” kata Paman Putri, Rifai saat di rumah putri, Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu (10/10/2015).

Keluarga Putri masih akan tetap pada tuntutan awalnya, yaitu kalau Agus harus dihukum mati dan keluarga pun mengaku kesal atas perilaku tersangka.

“Keluarga pada tetap sama tuntutannya, kalo bisa malah harus dihukum mati,” ujarnya.

Sementara itu, ternyata keluarga Putri sudah mempunyai dugaan yang saat kuat terhadap Agus sebagai pelaku pembunuhan bocah sembilan tahun itu. Dugaan itu muncul setelah ternyata bahwa Agus sudah terbukti mencabuli T (15) dan untuk memaksa sejumlah anak tanggung lainnya memakai narkoba jenis shabu.

“Kita tuh 90 persen sudah yakin, lagipula korbannya kan juga banyak, enggak cuma satu orang doang. Apalagi dia juga pernah masuk penjara dua kali,” ujarnya.

Bambang Satriaji/suara.com