Beranda Hukum Kriminal Kesal Sering Diejek, Fery Tusuk Pengamen Hingga Tewas

Kesal Sering Diejek, Fery Tusuk Pengamen Hingga Tewas

BERBAGI
Ilustrasi

Zainal Asikin|Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG —  Fery (21), tersangka pembunuhan temannya sendiri, Apriyadi, mengaku menusuk korban hingga tewas karena kesal lantaran selama ini sering diejek korban.

Menurutnya, ia kenal dengan korban yang berprofesi sebagai pengamen sejak satu tahun terakhir ini. Tapi, kata Fery, ia tidak terlalu dekat dengan korban. Ia bertemu korban saat mengamen dan nongkrong di Pasar Tengah.

“Ya saya memang kesal sama dia (Apriyadi), karena sering mengejek saya. Tapi sama sekali tidak ada niat saya membunuh Apriyadi,”ujar Fery, Senin (26/9/2016).

Dikatakannya, malam itu Apriyadi mengajak dirinya  nongkrong di Lapangan Merah, Enggal. Diakuinya, saat nongkrong ia bersama Apriyadi sambil minum tuak. Setelah puas minum, ia meminta izin untuk pulang tapi Apriyadi melarangnya dengan menariknya untuk tidak segera pergi dan duduk kembali.

“Saat itulah kami berdua bertengkar. Karena ada  gelagat  tidak enak dan akan dipukuli saya lari dan pergi ke penjual nasi goreng. Saya meminjam pisau, lalu saya datangi lagi Apriyadi dan saya tusuk dadanya pakai pisau sekali,” tuturnya.

Melihat Apriyadi jatuh ke tanah dan terkapar bersimbah darah, Fery pergi meninggalkan korban. Sebelum kabur melarikan diri, Fery mengembalikan pisau ke penjual nasi goreng yang digunakan untuk menusuk korban.

Tim Khusus Antibandit (Tekab) 308 Polresta Bandarlampung, meringkus Fery alias Iyan (21) warga Rajabasa tersangka pembunuhan korban Apriyadi (21) di Lapangan Merah, Enggal, pada Jumat malam (22/9/2016) lalu sekitar pukul 21.00 WIB.

Polisi menangkap tersangka, di Pasar Tengah Tengah, Tanjungkarang Pusat saat sedang nongkrong bersama teman-temannya, pada Sabtu (24/9/2016). Saat akan ditangkap, tersangka Fery berusaha melarikan diri, petugas terpaksa menghadiahi timah panas di kakinya.