Beranda Views Inspirasi Kim Commanders: Ada Peran Kombes Krishna Murti Hingga ‘Children With No Land’...

Kim Commanders: Ada Peran Kombes Krishna Murti Hingga ‘Children With No Land’ Mendunia

BERBAGI
Master Kim (Kim Commanders)

Zainal Asikin | Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG — Lagu ‘Children With No Land’ karya Lukman Hakiam alias Kim Commanders, musisi asli Lampung, pernah bertengger di peringkat satu dunia. Ternyata posisi bergengsi itu tidak terjadi begitu saja, tetapi ada peran perwira polisi Indonesia yang saat itu sedang bertugas di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni Kombes Khrisna Murti.

Kim Commenders mengaku, setelah proses perekaman lagu selesai meski masih berbentuk MP3, sekitar tahun 2013 lalu. Kim mencoba mengirimkan lagu yang sudah dibuatnya itu, dengan menyebarkannya ke teman-teman dekatnya, baik secara langsung maupun melalui Facebook.

Kim juga memberikan lagu ciptaannya tersebut, kepada temannya yang merupakan seorang anggota kepolisian Polda Lampung, yaitu Kompol Nuswanto (sekarang menjabat Wakapolres Tanggamus). Saat itu Kompol Nuswanto menjadi Kapolsekta Telukbetung Selatan.

Kim sendiri banyak kenal dengan para polisi di Lampung karena dia sudah lama mengajar bahasa les bahasa Inggris. Banyak pejabat kepolisian di Lampung yang diajari Kim bahasa Inggris.

Rekaman lagu juga diserahkan Kim kepada Kompol Irwan Yuli Prasetyo, Kabag Operasional Polresta Bandarlampung yang sebentar lagi akan menjabat sebagai Kanit 2 Subdit I Ditreskrimsus Polda Lampung.

“Setelah mereka mendengarkan lagunya, mereka bilang ke saya kalau lagunya bagus dan sangat menyentuh sekali. Lalu mereka menanyakan, ini lagunya gimana kalau dikirimkan ke Pak Krishna Murti. Karena saya tidak tahu, saya bertanya ke mereka, memang beliau (Krishna Murti) ini siapa? Mereka mengatakan bahwa Pak Krishna Murti adalah anggota Polri yang bertugas di PBB untuk misi perdamaian dunia,” kata Kim kepada teraslampung.com, Selasa (27/9/2016).

Pada saat dikirimkan, lagu ciptaannya yang masih berformat MP3 tersebut, kata Kim, Krishna Murti berkomentar melalui ponselnya bahwa lagunya keren, bagus, menarik dan hearth feel (menyentuh hati) banget.

kim-10“Lalu lagu tersebut dibantu beliau diunggah ke media sosial.Tapi saya tidak tahu di media sosial apa lagu tersebut diunggahnya. Saat itu saya hanya berpikir, yang penting pesan melalui lagu yang saya ciptakan untuk perdamaian dunia itu sampai sampai ke telinga orang semua penjuru dunia. Hanya itu saja,”ujarnya.

Kemudian pada awal tahun 2015, kata Kim, ia mengetahui bahwa lagunya menjadi tenar di ReverbNation. Berbagai komentar di media sosial pun terus membanjiri akun Facebook miliknya hingga mencapai puluhan ribu. Banyak juga komentar lewat beberapa media sosial lainnya.

Menurutnya, salah satu yang memberikan komentar adalah Bonie Mc Giel, seorang wanita asal Kanada, yang lagu country karyanya pernah menjadi juara pertama dunia. Lalu Josie Bernales, asal Jerman, Stev Bonino, seorang gitaris, Amanda Poller, dan masih banyak lainnya.

BACA: Kisah di Balik Lagu ‘Children With No Land’, Karya Musisi Lampung yang Mendunia

“Saat itu yang mengunduh lagu saya ada sekitar 12 ribuan lebih. Padahal lagu itu baru dibuat dalam bentuk MP3, belum pakai video klip. Dalam komentar itu, tidak ada satu pun orang Indonesia. Semuanya dari luar,”ungkapnya.

Kemudian ada permintaan dari mereka, lagunya top dan keren kenapa tidak dibuatkan video klipnya? Akhirnya Kim pun membuat video klip sederhana untuk lagu tersebut. Gambarnya ia ambil dari potongan-potongan gambar perang, seperti perang di Suriah dan Afrika. Intinya mengenai dunia anak-anak yang menjadi korbankonflik. Berselang beberapa bulan, naiklah lagu “Children With No Land” ciptaan Kim menjadi peringkat pertama duni untuk kategori balada.

“Akhirnya saya membuat lagu beserta video klip yang ketiga atau new versions. Pengambilan gambar untuk video klip itu dilakukan di Gedung LP2S Pahoman, dengan seting yang sederhana,”kata dia.

reverbnationKim mengutarakan, setelah lagunya tenar di ReverbNation, ia sempat mendapatkan tawaran untuk duet dari Bonie Mc Giel, penyangi country asal Kanada dan penyanyi luar lainnya. Meski mendapatkan tawaran yang begitu besar, Kim memilih untuk tetap independen.

“Biarkan saya independen saja, ya paling urus hak cipta saja. Karena yang paling penting buatsaya, saat orang mendownload dan mendengarkan lagukarya saya, pesan lagunya bias sampai,” terangnya.

Meskipun ada versi bahasa Indonesia-nya, kata Kim, untuk sementara ini Kim lebih mengutamakan untuk memplubikasikan lagu tersebut versi bahasa Inggris. Menurutnya, hal itu karena pesan di lagu tersebut tidak hanya untuk anak Indonesia, tetapi lebih kepada anak-anak di seluruh dunia.

Pada tahun 2016 ini, atau sekitar tiga bulan mulai banyak orang yang mengetahuinya khususnya di tanah kelahirannya, yakni di Lampung.

“Jujur saja, justru yang mau mengangkat saya dan lagu “Children With No Land” ini, hingga banyak orang yang mula itahu,awalnyaya dar ikawan-kawan media online lokal (Lampung) yang memberitakan saya. Seperti teraslampung.com, duajurai.co, jejamo.com,”ujarnya.

Kendati telah dua tahun mengudara, namun Kim Commanders mengaku baru satu kali menyanyikan karya lagu yang sudah di kenal dunia, “Children With No Land”, di depan banyak orang di tanah kelahirannya. Yakni di pada saat ia diminta untuk beryanyi di hadap anak-anak yatim piatu pada Hari Anak Nasional di Taman Baca Panca Warna di Gang Mulya Jaya, Kelurahan Kedamaian, Bandarlampung.

BACA: Kemeriahan Peringatan Hari Anak 2016 di Gang Mulya Jaya Kedamaian

Kim Commanders menyanyi di depan anak-anak Gang Mulya Jaya, Kedamaian, Bandarlampung pada peringatan Hari Anak Nasional, Sabtu sore (23/7).
Kim Commanders menyanyi di depan anak-anak Gang Mulya Jaya, Kedamaian, Bandarlampung pada peringatan Hari Anak Nasional, Sabtu sore (23/7).

“Ya itulah awal saya pentas di depan umum menyanyikan lagu itu. Saya merasa bahagia sekali dan haru bias menyampaikan pesan lagu itu kepada anak-anak yatim saat itu,”jelasnya.

Selanjutnya, baru ia mulai banyak dikenal dan diminta untuk manggung, seperti di Kabupaten Lampung Tengah, dan di resepsi HUT ke-22 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang digelar AJI Bandarlampung.

Lalu iajuga pernah diminta untuk manggung menyanyikan lagu tersebut saat konser Slank dalam HUT Provinsi Lampung di Lapangan Saburai dana cara kegiatan social tentang anak lainnya.

“Mulai dari sinilah, banyak media-media lainnya seperti Radarlampung, Lampung Post danTribun Lampung dan media cetak lainnya mulai memberitakannya. Saya berterima kasih sekali, untuk kawan-kawan media yang sudah mempublikasikan saya,”pungkasnya.