Beranda Hukum Narkoba Kirim 277 Butir Ekstasi, Kurir Narkoba Dibekuk Polisi

Kirim 277 Butir Ekstasi, Kurir Narkoba Dibekuk Polisi

BERBAGI

Zainal Asikin/teraslampung.com

Kasat Reserse Narkoba Polres Bandarlampung Kapton Mantoni Tihang dan Kanit I  HelanArfa memperlihatkan barang bukti narkoba yang disita dari tangan Rakhmatullah. Senin (31/8/2015).

BANDARLAMPUNG-Petugas Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung menangkap seorang kurir narkoba jenis ekstasi, Rakhmatullah alias Rahmat (35) warga Kelurahan Gunung Sari, Enggal, Bandarlampung di jalan Gatot Subroto Gang Payakun Kelurahan Pecoh Raya, Telukbetung
Selatan, Minggu (30/8).

Dari tangan tersangka polisi menyita sebanyak 277 butir pil ekstasi warna kuning, satu paket kecil, dan sedang sabu-sabu dan satu buah timbangan digital.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandarlampung Kompol Mantoni Tihang mengatakan, tertangkapnya tersangka Rakhmat, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Gatot Subroto Gang Payakun ada seseorang yang akan melakukan transaksi narkoba.

Dari laporan tersebut, lanjut Mantoni, kemudian dilakukan penyelidikan dan didapati seorang laki-laki yang gerak-geriknya mencurigakan. Anggota langsung mendekati dan melakukan pemeriksaan.

“Dari pemeriksaan itu, ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu dan ratusan butir pil ekstasi yang dibawa tersangka dengan disimpan di dalam tasnya. Selanjutnya untuk proses penyidikan, tersangka bersama barang bukti dibawa kekantor,”kata Mantoni didampingi Kanit I Iptu
Herlan Arfa, Senin (31/8).

Dari hasil pemeriksaan, mantan Kapolsekta Telukbetung Barat ini menjelaskan, tersangka Rakhmat mengakui bahwa barang haram tersebut bukanlah miliknya melainkan milik temannya berinisial Edi saat ini masih buron (DPO). Selain itu juga, tersangka merupakan residivis dalam kasus yang sama dan tersangka belum lama bebas dari penjara.

“Tersangka mengaku kalau barang haram (narkoba) itu dititipkan oleh rekannya Edi. Tapi, rekannya itu yang meminta tersangka untuk mengantarkan kepada seseorang yang sudah memesannya,”ujarnya.

Jika sabu-sabu dan ratusan butir pil ekstasi itu sampai ke tangan pemesannya, kata Mantoni,
tersangka mengaku akan mendapatkan upah dari rekannya tersebut sebesar Rp2,5 juta.

“Kasus ini masih kita kembangkan dengan memburu tersangka Edi sebagai pemasok dan pemilik narkoba. Hingga saat ini, tersangka Edi masih dalam pengejaran petugas,”terangnya.

Sementara pengakuan tersangka Rakhmatullah, ia membantah jika dirinya merupakan sebagai pengedar atau bandar narkoba. Ia mengaku hanya diperintahkan oleh temannya Edi untuk mengantarkan narkoba tersebut kepada pemesannya.

“Barang itu punya Edi. Saya mau disuruh untuk mengantarkan kepada pemesan yang sudah memesan
kepada Edi, karena saya tergiur dengan upah sebesar Rp2,5 juta,”ungkapnya.

Ia juga mengakui selain menjadi kurir narkoa, dirinya juga sudah kecanduan mengonsumsi narkoba jenis sabu.

“Saya juga pemakai, tapi bukan jadi bandar atau pengedar. Sebelumnya, saya juga pernah ditangkap sama Polda dan dihukum enam tahun penjara dengan kasus yang sama,” ujar pria yang baru bebas tiga bulan ini.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 dan 112 ayat 2 UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat enam tahun kurungan.