Beranda Hukum Kriminal Korban Pembunuhan, Santi Diduga Dibunuh Oleh Suaminya

Korban Pembunuhan, Santi Diduga Dibunuh Oleh Suaminya

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

BANDARLAMPUNG- Santi (29) warga Kampung Lubuk RT 04 LK 01, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Bandarlampung, diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya sendiri. Korban tewas dengan cara mengenaskan, dengan luka cukup parah di bagian kepala dan wajahnya. Jasad korban ditemukan di tebing curam sedalam 20 meter dipingiran Jalan By Pas dengan posisi telungkup (dekat perlintasan rel kereta api), Minggu (20/9/2015) sekitar pukul 07.00 WIB.

Menurut keterangan warga sekitar, Rifai (42) menceritakan, bahwa ia mengenal dengan korban dan suaminya bernama Hendrik dromiko yang bekerja sebagai tukang rongsokan. Korban memiliki tiga orang anak yang masih kecil, korban beserta suami dan ananknya tinggal mengontrak di rumah Toha, warga  RT 04 LK 01, Kelurahan Ketapang, Panjang sekitar satu tahun. (Baca: Warga Ketapang Panjang Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan).

Menurutnya, bahwa Santi adalah korban pembunuhan, pelaku pembunuhan tersebut diduga dilakukan oleh suaminya sendiri yakni Hendrik. Ia meyakini bahwa pelaku pembunuhan adalah suami korban, berdasarkan keterangan dari teman suaminya yang bernama Ari Ncek seorang tukang ojek. Setelah kejadian pun, suami korban juga sudah tidak ada dirumahnya dan belum diketahui perginya kemana.

“Saya yakin mas, kalau Santi ini dibunuh sama Hendrik suaminya korban. Teman suaminya Ari Encek yang juga warga Ketapang, tadi pagi ketemu dengan saya dan dia (Ari) bilang bahwa Hendrik sebelumnya sempat menelponnya dan mengatakan “sudah mati apa belum istri saya tolong dilihat” gitu mas bilangnya Hendrik sama Ari ditelephon,”ujar Rifai kepada teraslampung.com dilokasi penemuan mayat, Minggu (20/9).

hal serupa juga dikatakan oleh Kurtubi selaku Ketua RT 01 Kelurahan Ketapang, bahwa pelaku yang sudah tega membunuh korban Santi diduga dilakukan oleh suaminya sendiri yakni Hendrik. “Hendrik suami korban menelpon ke Ari dan Hendrik bilang “Ari coba kamu lihat, istri saya sudah mati apa belum,”ujar Kartubi.

Dikatakannya, mendapat kabar tersebut, Ari kemudian mencoba melihat dengan mendatangi kontrakan Hendrik. Saat tiba dirumah kontrakan, ternyata pintu rumah kontrakannya dalam keadaan terkunci. “Saat ini, Hendrik suami korban entaah kemana dan sudah tidak terlihat lagi,”ucapnya.

Kartubi mengutarakan, ia mendapatkan kabar adanya penemuan mayat tersebut pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Pada saat malam sebelum kejadian, sekitar pukul 23.30 WIB petugas ronda malam sempat mendengar adanya jeritan minta tolong.

“Mendengar jeritan itu, peronda berusaha mencari asal suara jeritan itu tapi tidak ketemu. Saat paginya, ada salah seorang perempuan Ibu rumah tangga melapor menemukan mayat yang tergeletak dengan kondisi telungkup, ibu yang menemukan mayat itu akan melintasi jalan setapak dengan menaiki tebing tidak jauh dari posisi mayat. Kalau nama ibu yang menenukan mayat itu, saya nggak paham siapa namanya soalnya bukan warga saya,”terangnya.

Sementara menurut keterangan salah satu cucu pemilik kontrakan bernama Aulia (14) yang merupakan pelajar SMP menuturkan, memang korban dan suaminya sering bertengkar. Bahkan setiap bertengkar, suaminya sering menganiaya korban. Usai bertengkar, wajah korban pasti mengalami banyak luka bekas kekerasan seperti bekas pukulan dan sundutan api rokok.

“Mbak Siti (korban) ini sama suaminya Mas Hendrik ngontrak dirumah kakek saya, suaminya sering marah marah terus dan menganiaya korban. Bahkan hampir tiap hari suaminya ini, kerjaannya mabok minuman terus ya minuman Vigur sama tuak itu,”ujarnya.

Semalem ia sempat lihat Hendrik ada dirumah, sekitar pukul 22.00 WIB. Dia (Hendrik) baru pulang entah dari mana, tapi kondisinya mabuk minuman lalu marah-marah sama korban.

“Paginya ada kabar penemuan mayat perempuan, begitu saya lihat bersama teman-teman lainnya ternyata mayat itu adalah mbak Siti yang mengontrak dirumah kakek saya,” hal senada pun dikatan oleh teman-teman Aulia lainnya yang rumah mereka memang berdekatan dengan korban.

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari warga adanya penemuan mayat perempuan sekitar pukul 09.00 WIB diwilayah Kelurahan Ketapang, Panjang.

“Setelah diidentifikasi terhadap jasad korban, diketahui korban bernama Santi (29) yang merupakan warga setempat. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan tentang saksi-saksi yang melihat terkahir korban,”kata Dery kepada wartawan, Minggu (20/9).

Dery menjelaskan, melihat dari tanda-tanda pada tubuh korban serta di TKP, ditemukan beberapa barang bukti yang diduga untuk menghabisi nyawa korban. Seperti batu yang ada bercak darah, sebelum korban meninggal ada bekas tanda tanda kekerasan ditubuhnya.

“Ya kuat dugaan Santi menjadi korban pembunuhan, kami belum bisa mengatakan adanya tindak pidana curas karena tidak ada barang-barang berharga milik korban yang hilang. Selain batu kami temukan, juga sepasang sandal dan kendaraan sepeda motor Viar warna hijau dengan plat nomor BE 3374 YI. Semua barang butki saat ini sudah diamankan untuk proses penyelidikan,”terangnya.

Sementara untuk mengenai saksi-saksi yang diperiksa, lanjut Dery, seluruh saksi sudah dibawa semua ke Mapolsekta Panjang untuk dilakukan pemeriksaan.
Namun ketika ditanya mengenai pelaku pembunuhan yang dididuga dilakukan oleh suami korban, Dery mengatakan, ia belum bisa mengatakannya dan yang jelas masih dalam proses penyelidikan.

“Kami tidak bisa memastikan benar atau tidak pelakunya adalah suami dari korban, ya doakan sajalah agar pelakunya cepat tertangkap,”ujarnya.