Beranda Hukum Kriminal Mayat Terapung di Sungai Umban Ternyata Warga Bakauheni

Mayat Terapung di Sungai Umban Ternyata Warga Bakauheni

BERBAGI

Feaby/Teraslampung.com

Petugas kepolisian mengevakuasi mayat Iin Jailani bin Herman dari Sungai Umban, Kotabumi, Lampung Utara, Rabu siang (16/9/2015).

KOTABUMI–Identitas ‎sesosok mayat yang ditemukan ‎terapung di aliran sungai Umban tepatnya di sekitar bawah jembatan Kotabumi Ilir, Kotabumi, Lampung Utara, Rabu (16/9) siang, akhirnya terkuak.‎

Korban bernama Iin Jailani Bin Herman (25), warga Kenayan Bawah II, RT 01/RW 06 Kelurahan Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Korban merupakan warga asli Desa Cempaka, Kecamatan Sungkai Jaya, Lampung Utara yang kini telah berdomisili di Lampung Selatan.‎

Terungkapnya ‎identitas korban berkat kejelian petugas Kepolisian yang langsung mencoba menghubungi nomor kontak yang ada dalam telepon genggam korban. Dari sinilah, pihak Kepolisian mengetahui bahwa nama korban sebernarnya adalah Iin Jailani. Sementara Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Sulhaini yang ada di dalam dompet korban merupakan istri korban.

Toni, warga sekitar yang pertama kali menemukan mayat tersebut, menceritakan awalnya dirinya tak percaya bahwa yang dilihatnya itu merupakan sesosok mayat. Saat itu, ia hendak memancing di sekitar sungai dimaksud.

“Saya berhentikan motor di atas jembatan itu karena mau lihat – lihat lokasi mancing. Pas saya lihat ke bawah, itu mayat apa patung. Lalu, saya beritahukan warga lainnya untuk memastikannya,” tuturnya, di lokasi.

Toni menuturkan, ia dan warga lainnya lantas bergegas turun ke lokasi untuk memastikan apakah yang terapung di sungai itu mayat atau bukan. Setelah dipastikan itu merupakan sesosok mayat, kabar ini lantas dengan cepatnya menyebar. Alhasil, dalam hitungan menit, lokasi penemuan mayat langsung dikerumuni warga.

“Posisi mayat terlentang seperti itu saat pertama kali saya lihat,” katanya.

Sementara menurut Bripka. Suroto, anggota identifikasi Polres Lampura, korban diperkirakan telah meninggal sejak dua hari yang lalu. Di kening korban ditemukan luka akibat benda tumpul. “Korban diperkirakan sudah dua hari meninggal,” terang dia saat ditemui di RSUD Ryacudu Kotabumi.

Di tempat yang sama, Kanit Buser Polres, Ipda. Aris belum mau memastikan apakah korban meninggal akibat tindak kejahatan atau karena faktor kecelakaan. Ia mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kematian korban sebenarnya.

 “Masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Berdasarkan informasi terakhir, keluarga korban dikabarkan sedang dalam perjalanan menuju RSUD Ryacudu Kotabumi.‎