Beranda Hukum Kriminal Mencuri Mobil, Mantan Napi Singapura Ditembak Polisi

Mencuri Mobil, Mantan Napi Singapura Ditembak Polisi

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Ilustrasi tahanan

BANDARLAMPUNG – Residivis pencurian, Tarmizi (43) warga Kelurahan Paku, Kecamatan Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan mengerang kesakitan setelah timah panas petugas Unit Reskrim Polsekta Panjang bersarang di kaki kanannya karena kepergok hendak mencuri mobil dan berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

Tarmizi berhasil diringkus polisi. Namun, salah satu dari rekan tersangka Tarmizi berinisial AL, berhasil melarikan diri dengan mengendarai motor Yamaha Vixi-on warna merah. Polsekta Panjang menetapkan tersangka AL, sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“Saat ini polisi masih memburu rekannya berinisial AL, petugas masih melakukan pengejaran,”kata Kapolsekta Panjang AKP Aditya Kurniawan, Selasa (30/6).

Menurut Aditya, aksi pencurian yang dilakukan tersangka terjadi di Jalan Soekarno Hatta, Srengsem, Panjang (Depan rumah makan Gambreng), pada Sabtu (27/6) lalu. Tarmizi bersama rekannya inisial AL (DPO), mencuri  salah satu mobil pick-up L-300 warna hitam milik korban Marsono (38) warga Desa Sukabanjar, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan yang tengah terparkir di depan rumah makan tersebut.

“Rupanya, kedua tersangka Tarmizi dan AL (DPO) ini, diam-diam sudah membuntuti Marsono yang membawa uang senilai Rp 40 Juta yang baru saja diambil dari bank BCA Cabang Telukbetung,”ujarnya.

Tertangkapnya tersangka Tarmisi, sambung mantan Kapolsek Tanjungan, Lampung Selatan, yakni setelah korban Marsono melihat langsung aksi pencurian yang dilakukan oleh tersangka Tarmizi. Ketika itu, Tarmizi hendak masuk kedalam mobil milik korban dengan merusak pintu mobil menggunakan kunci letter T serta pisau kecil. Nahas, Aksinya di ketahui oleh korban.

“Jadi korban yang melihat aksi tersangka, saat itu juga korban langsung berteriak. Polisi yang sedang melintas giat patroli dan melihat kejadian itu, saat itu juga langsung mengamankan tersangka. Karena berusaha kabur dan melawan saat akan ditangkap, petugas terpaksa menghadiahi tersangka dengan timah panas. Namun salah satu pelaku lagi, rekan tersangka berhasil kabur melarikan diri menggunkan sepeda motor Yamaha Vixion,”terangnya.

Di hadapan petugas kemarin, sambung Aditya, tersangka Tarmizi mengaku baru kali pertama beraksi di wilayah Lampung. Saat melakukan pencurian, peranannya yang mengeksekusi langsung korbannya. Sedangkan rekannya AL (DPO) sebagai joki dan menunggu di atas kendaraan sepeda motor.

“Pengakuannya, baru kali ini melakukan aksi pencurian di Lampung. Tersangka mencuri karena tidak memiliki uang untuk kebutuhan hari raya Idul Fitri. Tersangka yang berprofesi sebagai buruh serabutan, mengaku sudah pernah tiga kali melakukan pencurian. Dua kali di wilayah
Jakarta, dan satu kali lagi di wilayah Depok,”jelasnya.

Ditambahkannya, Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama. Kasus pencurian tersebut, dilakukan tersangka saat berada di negara Singapura sewaktu menjadi TKI pada tahun 2007 silam.

“Akibatnya, tersangka Tarmizi menjani hukuman sela dua tahun penjara di Singapura. Sepulangnya dari negara Singapura, tersangka kembali melakukan aksi pencurian kebali yakni di wilayah Jakarta,”tandasnya.

Akibat perbuatannya, kini tersangka harus kembali meringkuk di sel tahanan Mapolsekta Panjang dan dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana tentang pencurian, ancaman hukuman tujuh tahun penjara.