BERBAGI

Zainal Asikin

Tersangka Junaidi alias Gondrong saat dibawa petugas Satreskrim Polresta Bandarlampung, Selasa (15/9/2015)

TERASLAMPUNG.COM- Junaidi alias Gondrong (32) perampas  sepeda motor milik konsumen leasing, kini harus menikmati dinginnya sel tahanan polisi. Ia ditangkap petugas Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandarlampung dirumahnya di daerah Sukarame, Bandarlampung, Minggu (13/9) lalu, karena merampas seped motor dengan mengaku sebagai polisi,

“Tersangka sebelumnya memang debtcollector  dan eksekutor perusahaan pembiayaan (leasing), sehingga sudah paham seluk-beluk sepeda motor yang dibeli melalu leasing. Petugas menyita dua unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, satu buah helm dan beberapa arsip surat tugas palsu dari berbagai leasing,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya, saat gelar perkara di Mapolresta Bandarlampung, Selasa (15/9).

Dery mengatakan, penangkapan tersangka Junaidi, berdasarkan atas laporan korban Ahmad Husen warga Merbau Mataram, Lampung Selatan pada 14 Juli 2015 lalu.

“Motor korban diambil paksa dengan tersangka saat tengah melintas di jalan Kimaja, Tanjungseneng, Bandarlampung (persimpangan By Pass) dengan alasan korban menunggak pembayaran kredit. Lalu tersangka membawa kabur motor milik korban,”kata Dery kepada wartawan, Selasa (15/9).

 Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka, petugas menemukan beberapa lembaran surat tugas palsu dari berbagai perusahaan pembiayaan (Leasing). Dimana dalam surat tugas tersebut berisi untuk melakukan penarikan sepeda motor konsumen yang melakukan penunggakan kredit.

Dery menjelaskan, sebelum menjalankan aksinya, tersangka yang dipecat dari salah satu perusahaan pembiayaan (leasing). Tersangka sebelumnya telah mendata terlebih dahulu, konsumen yang menungak pembayaran kredit motor. Saat melakukan aksi perampasan tersebut, tersangka juga mengaku sebagai anggota polisi.

“Karena mempunyai data konsumen itulah, tersangka Junaidi ini dengan mudah mencari alamat korban yang angsuran kredit motornya beum lunas. Tersangka mengikuti korban saat membawa kendaraan, lalu memberhentikan motor korban saat ditengah jalan,”terangnya.

Saat memberhentikan korbannya, lanjut perwira menengah ini, pelaku mengaku sebagai petugas dari leasing dengan mengatakan bahwa sepeda motor yang dikendarai korban bermasalah atas tunggakan kredit. Tersangka menunjukkan surat tugas dari leasing, lalu membawa paksa sepeda motor milik korban.

Tak hanya itu saja, apabila tersangka kesulitan saat membawa sepeda motor korban. Tersangka mengaku sebagai petugas kepolisian dengan mengatakan bahwa motor korban bermasalah dan terkait dengan tindak pidana.

“Tersangka mengancam korbannya, dan akan memenjarakan jika tidak menyerahkan sepeda motornya. Karena merasa takut, korban pun meyerahkan sepeda motornya. Tersangka kemudian membawa sepeda motor korban, dengan alasan akan dibawa ke kantor polisi untuk proses pemeriksaan,”paparnya.

Dery menambahkan, dalam menjalankan aksinya, tersangka Junaidi tidak sendiri melainkan bersama dua orang rekannya yang saat ini masih buron dan dalam pengejaran petugas di lapangan. Sementara untuk korbannya sendiri, hingga saat ini sudah ada dua orang korban yang melapor.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan dan penyidikan untuk mengetahui TKP lain yang dilakukan oleh tersangka Junaidi Cs. Untuk dua orang rekan tersangka yang masih) dalam pencarian petugas dilapangan,”tandasnya.

Atas perbuatannya, tersangka Junaidi alias Gondrong dijerat dengan Pasal berlapis. Yakni Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Saat diperiksa polisi, Junaidi membantah  dirinya merampas  sepeda motor milik konsumen. Ia mengaku, hanya menjalankan tugasnya sebagai eksekutor mengambil motor yang menunggak pembayaran kredit.

Selian itu,  ia juga membantah  bahwa dirinya telah menjual motor hasil rampasan milik konsumen. Sementara sepeda motor yang disita polisi dari di rumahnya, akan diserahkan dengan dirinya ke kantor perusahaan leasing.

“Saya tidak merampas. Saya hanya jalanin tugas saja. Kalau motor Honda Beat yang ada di rumah saya itu, memang belum sempat saya serahkan ke perusahaan leasing karena memang terbentur hari libur,”ungkapnya sambil menangis,  menyesali perbuatannya.

LEAVE A REPLY