Beranda Hukum Kriminal “Naga-naganya”, Kasus Dugaan Anggota Satpol PP Cantik Dijual,akan Mandek

“Naga-naganya”, Kasus Dugaan Anggota Satpol PP Cantik Dijual,akan Mandek

BERBAGI

Zainal Asikin/Teraslampung.com

Korban Nurbaiti (kaos hitam) saat menjalani prarekonstruksi di Karaoke MGM Bandarlampung, 29 September 2015 lalu.

BANDARLAMPUNG-Hingg kini, kasus dugaan perdagangan manusia (human trafficking) yang dilaporkan korban Nurbaiti beberapa hari lalu, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Bandarlampung belum meningkatkan status kasus yang melibatkan Komandon Peleton (Danton) Pamsus wanita Sat Pol PP Kota Bandarlampung, Ruswita, itu ke tahap penyidikan.”Naga-naganya”, kasus ini akan mandek karena keterangan para saksi berbeda dengan keterangan korban,

Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Dery Agung Wijaya mengatakan, pihaknya masih mendalami kembali dugaan kasus human trafficking dengan pemeriksaan saksi-saksi. Mengenai belum ditingkatkannya kasus ini ke penyidikan, karena keterangan korban tidak didukung dengan keterangan saksi lainnya.

“Kami sudah periksa saksi tambahan dari pelapor, hingga saat ini belum ada keterangan saksi yang mendukung dari keterangan pelapor. Kami masih mencari beberapa saksi lain, untuk mendapat adanya kesesuain dari keterangan pelapor itu. Jadi kasus ini belum dapat ditingkatkan ke penyidikan,”kata Dery saat ditemui diruangannya, Selasa (6/9).

Menurut Dery, saksi yang sudah diperiksa sekitar tujuh orang saksi, tapi pihaknya masih harus menambahkan saksi lagi untuk mendukung dari keterangan pelapor. Sementara untuk saksi dari terlapor, ada tiga orang yang sudah diperiksa. (Baca: Anggota Satpol PP Cantik Dijual: Nurbaiti Lepas Jilbab Sebelum Masuk Ruang Karaoke).

“Untuk terlapor (Ruswita) sudah kami periksa, kami juga sudah lakukan gelar perkara. Dari hasil gelar perkara itu sendiri, kasus ini memang belum bisa ditingkatkan ke penyidikan dan masih dilakukan penyelidikan lanjutan karena unsur belum tergambar,”ujarnya.

Mantan Kapolsek Natar Lampung Selatan ini mengutarakan, penyidik sebelumnya sudah memeriksa para saksi, dan melakukan pra rekontruksi untuk mencari bukti petunjuk dalam kasus ini. Namun, belum juga ditemukan adanya alat bukti lain. Karena pada pra rekontruksi yang dilakukan sebelumnya, tidak tergambar adanya pemaksaan terhadap pelapor.

Keterangan Nurbaiti, lanjut Dery, yang menyatakan bahwa adanya paksaan untuk minum-minuman keras yang dilakukan terlapor Ruswita terhadap dirinya (pelapor). Sementara keterangan para saksi menyatakan, tidak adanya paksaan terhadap Nurbaiti.

Sedangkan mengenai adanya transaksi uang antara terlapor Ruswita dan AR, itu pun belum dapat dibuktikan.

“Saat dilakukan pemeriksaan, para saksi membantah keterangan korban. Karena keterangan korban, tidak ada kesesuaian dari saksi lain. Meskipun belum menemukan alat bukti, bukan berarti kasus ini
dihentikan. Yang jelas penyidik masih berupaya mencari alat bukti lain,”terangnya.

Ditambahkannya, dalam kasus tersebut, pihaknya telah melakukan pelapisan Pasal. Yaknu UU Trafficking, perbuatan tidak menyenangkan.

Kasus perdagangan manusia ini mencuat, setelah Nurbaiti seorang pegawai honorer Sat Pol PP Kota Bandarlampung membuat laporan ke Mapolresta Bandarlampung pada Jumat (4/9/2015) lalu.

Nurbaiti melaporkan atasannya, Ruswita Danton Pamsus wanita Sat Pol PP bahwa dirinya telah dicekoki minuman keras di sebuah tempat Karaoke MGM pada Rabu (2/9/2015) malam oleh Ruswita.

Selain dicekoki minuman keras, Nurbaiti juga mengaku telah dijual oleh Ruswita seharga Rp 1,6 juta kepada seorang pria berinisial AR.